Selasa, 29 April 2014

BISNIS WARALABA (FRANCHISE) & PEMASARAN LANGSUNG (DIRECT MARKETING)

WARALABA / FRANCHISE dan PEMASARAN LANGSUNG


WARALABA / FRANCHISE

"Waralaba/Franchising adalah Pelimpahan dari pabrikan atau distributor suatu produk atau jasa yang diberikan kepada agen-agen lokal atau pengecer dengan membayar sejumlah royalti." (Hisrich-Peters, 1995:513)
"Waralaba/Franchising adalah peluang bisnis dimana pemilik, produsen atau distributor sebagai franchisor dari barang dan jasa atau merek tertentu memberi hak kepada individu atau franchisee untuk menjadi agen lokal dari barang dan jasa dan sebagai imbalanya menerima pembayaran atau royalti yang telah ditetapkan." (Baygrave, 1994:353)
Dari dua definisi diatas, dapat dikatakan bahwa bisnis waralaba adalah sebuah bentuk bisnis yang unik. Mengapa demikian? Karena bisnis dilakukan dengan pemberian hak oleh produsen atau distributor kepada individu atau franchisee untuk menjadi agen lokal. Hal ini mirip dengan bisnis reseller, namun bisnis waralaba memiliki sifat yang lebih pasti dibandingkan reseller. Ketersediaan barang dijamin oleh produsen atau distributor dan agen menerima pembayaran atau royalti sesuai dengan jumlah yang telah disepakati sebelumnya.

Resiko berinvestasi dalam bisnis waralaba atau franchise:
Keuntungan:

  1. Produk yang ditawarkan telah memasuki pasaran luas dan diterima oleh umum.
  2. Penerima lisensi tidak perlu melakukan promosi terkait barangnya.
  3. Penerima lisensi memperoleh bantuan manajemen bidang akunting, personalia, marketing, dan juga produksi.
  4. Penerima lisens memperoleh pengawasan dalam hal menjaga kualitas produk dan layanan yang disediakan.

Kerugian :

  1. Keuntungan yang didapat harus dibagi dengan franchisor berupa royalti disesuaikan dengan kesepakatan awal sebelum bisnis dilakukan.
  2. Keuntungan dikendalikan (harga jual ditetapkan sesuai harga jual standar)

Dalam bisnis waralaba, ada ketentuan-ketentuan yang perlu diikuti oleh franchisee/penerima lisensi terkait dengan kebijakan perusahaan pemberi lisensi atau kebijakan hukum setempat. Diantaranya:

Dalam kontrak waralaba, harus diperhatikan :
  • Melakukan investasi keuangan dalam operasi
  • Memelihara kinerja mutu tertentu
  • Mengikuti prosedur operasi (SOP) tertentu
  • Membayar royalti
  • Memelihara hubungan yang berkesinambungan

Pemberi lisensi (franchisor) menyediakan hal-hal berikut:

  • Nama perusahaan, logo, simbol, desain, dan fasilitas yang dapat diidentifikasi.
  • Memberikan pelatihan manajemen yang profesional
  • Bantuan keuangan
  • Bantuan peralatan operasional

DASAR HUKUM WARALABA INDONESIA



  • PP no 42 tahun 2007 tentang Waralaba.
  • Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No. 259/MPP/KEP/7/1997 Tanggal 30 Juli 1997 tentang Ketentuan Tata Cara Pelaksanaan Pendaftaran Usaha Waralaba. 
  • Peraturan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No. 31/M-DAG/PER/8/2008 tentang Penyelenggaraan Waralaba 
  • Undang-undang No. 14 Tahun 2001 tentang Paten. 
  • Undang-undang No. 15 Tahun 2001 tentang Merek. 
  • Undang-undang No. 30 Tahun 2000 tentang Rahasia Dagang.

PEMASARAN LANGSUNG

"Adalah sistem pemasaran interaktif yang menggunakan satu atau lebih media iklan untuk menghasilkan tanggapan dan/atau transaksi yang dapat diukur pada suatu lokasi. (Direct Marketing Asosiation / DMA, Kotler, 2000:740).
Pemasaran langsung memainkan peranan yang lebih luas, yaitu membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan. Para pemasar biasanya mengirimkan kartu ulang tahun, brosur, bingkisan, premi, dan bonus.

Pemasaran langsung memiliki keuntungan-keuntungan baik bagi pelanggan/konsumen maupun bagi pemasar/penjual :

Bagi Pemasar:
  1. Sasaran lebih tepat
  2. Biaya yang dikeluarkan lebih efektif dan efisien
  3. Bisnis sulit terlihat oleh pesaing
  4. Tanggapan konsumen dapat terlihat dan terukur secara langsung

Bagi Konsumen / Pelanggan
  1. Belanja lebih nyaman dan menyenangkan karena dilakukan di lingkungan tempat konsumen berada, bahkan dapat dilakukan di rumah konsumen itu sendiri.
  2. Menghemat waktu, barang yang dibeli dapat diteliti lebih mendalam, barang dan layanan yang disediakan oleh pemasar dapat dipelajari dengan lebih dalam sehingga menghilangkan rasa cemas terkait kualitas produk dan layanan yang disediakan.

Dalam pelaksanaannya, pemasaran langsung dapat dilakukan dengan berbagai cara:
  • Penjualan tatap muka (Direct Selling). Hal ini biasanya dilakukan oleh penjualan lapangan dengan kunjungan ke tempat keberadaan konsumen.
  • Pemasaran surat langsung (Direct Mail). Pemasaran langsung jenis ini dilakukan melalui brosur, informasi, fax, email, voice mail, dll.
  • Pemasaran melalui katalog (Catalog Selling). Pemasaran langsung jenis ini dilakukan oleh pemasarn dengan melakukan bpengiriman katalog berupa cetakan, CD, atau Video kepada konsumen.
  • Pemasaran via telepon (Telemarketing). Pemasar melakukan panggilan telepon untuk melakukan penawaran-penawaran pemasaran kepada konsumen.
  • Pemasaran melalui televisi. Pemasaran dilakukan melalui Iklan, TV Interaktif, Talk Show, dll.
  • Online (internet selling). Pemasaran jenis ini dilakukan melalui online shop di internet. Pemasaran jenis ini adalah yang paling populer saat ini dan memiliki penawaran yang sangat memanjakan pelanggan. Dimulai dengan pembayaran ditempat konsumen berada, gratis ongkos pengiriman, diskon-diskon dengan pembayaran melalui transfer-transfer tertentu, sampai dengan pengambilan barang yang dikembalikan atau klaim barang cacat tanpa extra fee untuk pengambilan barang, dan bahkan pengiriman bonus-bonus untuk menjaga kepuasan pelanggan tetap terjaga hingga pengiriman hadiah ulang tahun oleh perusahaan-perusahaan online shopping kepada pelanggan yang secara konsisten melakukan pembelian di tempat mereka.
  • Multi Level Marketing (MLM). Adalah sistem pemasaran langsung dengan banyak tingkatan. Pemilik perusahaan, distributor, upline dan downline perusahaan ini merupakan kesatuan yang utuh dan bekerja sama dengan tujuan menguntungkan masing-masing pihak terkait. Sistem pemasaran multi level marketing melibatkan personal atau kelompok pada masing-masing tingkatan.

SUMBER : 


http://id.wikipedia.org/wiki/Waralaba

Minggu, 27 April 2014

KEPUASAN PELANGGAN. REVIEW : Bakul Tukul Tebet

Kepuasan  pelanggan menurut Zeithaml sebagaicostomer’s evaluation of a product or service in terms of whether that product or service has met their needs and expectation”. Dengan demikian kepuasan pelanggan merupakan perilaku yang terbentuk terhadap barang atau jasa sebagai pembelian produk tersebut. Kepuasan pelanggan sangat penting karena akan berdampak pada kelancaran bisnis atau perusahaan. Pelanggan yang merasa puas pada produk/jasa yang digunakannya akan kembali menggunakan jasa/produk yang ditawarkan. Hal ini akan membangun kesetiaan pelanggan.
Kepuasan pelanggan sendiri diartikan sebagai suatu keadaan dimana harapan konsumen terhadap suatu produk sesuai dengan kenyataan yang diterima tentang kemampuan produk tersebut oleh konsumen. Jika produk tersebut jauh dibawah harapan pelanggan maka ia akan kecewa. Sebaliknya jika produk tersebut memenuhi harapan pelanggan, maka ia akan senang. Harapan pelanggan dapat diketahui dari pengalaman mereka sendiri saat menggunakan produk tersebut, omongan orang lain dan informasi iklan.
Dari beberapa uraian definisi kepuasan, maka secara umum kepuasan dapat diartikan sebagai antara layanan atau hasil yang diterima itu paling tidak harus sama dengan harapan pelanggan atau bahkan melebihinya.  Dalam era kompetisi bisnis yang ketat seperti sekarang, kepuasan pelanggan merupakan hal yang utama, pelanggan diibaratkan seorang raja yang harus dilayani namun hal ini bukan berarti menyerahkan segala-galanya kepada pelanggan.  Usaha memuaskan kebutuhan pelanggan harus dilakukan secara menguntungkan atau bersifat win-win situation yaitu keadaan dimana kedua belah pihak merasa menang dan tidak ada yang dirugikan.
Untuk memberikan kepuasan kepada pelanggan maka seluruh orang yang terlibat dalam operasional perusahaan harus memahami nilai-nilai pelayanan. Nilai pelayanan yang sebenarnya terletak pada kesungguhan empat sikap P, oleh Patricia Patton yaitu Passionate (gairah), Progressive (progesif), Proactive (proaktif), dan Positive (positif) dari orang-orang yang bertanggung jawab memberikan pelayanan tersebut.
1.      ”Passionate” (Gairah)
Kita perlu memiliki gairah untuk menghasilkan semangat besar terhadap pekerjaan, diri sendiri dan orang lain. Antusiasme dan perhatian yang kita kita bawakan pada pelayanan sepenuh hati akan membedakan bagaimana kita memandang diri sendiri dan pekerjaan. Dari tingkah laku dan cara memberi pelayanan kepada para pelanggan, pelanggan akan mengetahui apakah kita menghargai mereka atau tidak. Gairah berarti menghadirkan kehidupan dan vitalitas dalam pekerjaan. Jika kita memiliki gairah hidup yang tinggi, kita cenderung akan memberikan pelayanan dengan senyum, vitalitas, dan antusiasme yang akan menular kepada orang-orang yang kita layani, sehingga mereka akan merasa senang bekerja sama, berbisnis dan berkomunikasi dengan kita.
2.      ”Progressive” (Progesif)
Dalam memberikan pelayanan sepenuh hati, perlu senantiasa berusaha menciptakan cara-cara baru yang lebih efektif, efisien, dan menarik untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Setiap orang tidak akan pernah puas dengan hasil yang didapatkan, untuk itu kita akan selalu berusaha memahaminya dengan mencari cara kreatif untuk mempersembahkan yang terbaik. Gairah dan pola pikir progesif, akan  menjadikan pekerjaan lebih menarik, sehingga layanan kepada konsumen jadi lebih baik Pola pikir progresif ini perlu dikembangkan karena jika pikiran terbuka, wawasan luas, kemauan belajar tinggi, keberanian menghadapi perubahan dan tidak membatasi diri pada cara-cara pelayanan yang lebih kreatif tentu maka akan membuat pelanggan merasa lebih nyaman.
3.      ”Proactive” (Proaktif)
Nilai tambah pelayanan sepenuh hati adalah alasan yang mendasari mengapa kita melakukan sesuatu bagi orang lain. Pelayanan ini diberikan karena ada kepedulian dan itu akan membuat perubahan bagi pelanggan kita. Membiarkan pelanggan kebingungan dan berjalan mondar-mandir mencari bantuan bukanlah sikap yang produktif. Walaupun pelanggan tersebut tidak mendekati kita dan bertanya kepada kita (mungkin karena malu, atau tidak tahu kepada siapa harus bertanya), kita bisa terlebih dahulu mendekati mereka dan bertanya kepada mereka barangkali saja kita bisa membantu mereka. Sikap proaktif ini juga dapat dipupuk dengan senantiasa bekerja lebih dari sekedar apa yang seharusnya kita lakukan dan secara aktif berupaya menemukan cara baru untuk menambah makna dan rasa cinta pada pekerjaan dan bisnis yang kita tekuni.
4.      ”Positive” (Positif)
Bersikap positif mendorong kita untuk tidak mudah patah semangat atas masalah yang kita hadapi. Bersikap positif membimbing kita untuk lebih fokus pada penyelesaian bukannya pada masalah. Berlaku positif sangat menarik, karena sikap ini bisa mengubah suasana dan menebar kegairahan pada hampir semua interaksi dengan pelanggan. Berlaku positif berarti menyambut hangat para pelanggan, dan melayani pertanyaan dan permintaan mereka dengan sepenuh hati. Bersikap positif akan memancarkan keyakinan kepada pelanggan, bahwa kita mampu memberikan jawaban bagi pertanyaan mereka dan solusi atas semua masalah yang mereka hadapi. Salah satu cara sederhana yang bisa dilakukan adalah memberi pelayanan dengan senyum, karena senyuman adalah bahasa universal dan positif yang dipahami semua orang.
Menurut Tjiptono (2002 : 24) terciptanya kepuasan dapat memberikan beberapa manfaat diantaranya hubungan antara perusahaan dan pelanggan menjadi harmonis, men jadi dasar bagi pembelian ulang dan menciptakan loyalitas pelanggan serta rekomendasi dari mulut ke mulut yang menguntungkan perusahaan.  Menurut Kotler (2003 : 140) Hubungan antara kepuasan dan loyalitas adalah saat dimana pelanggan mencapai tingkat kepuasan tertinggi yang menimbulkan ikatan emosi yang kuatdan komitmen jangka panjang dengan merek perusahaan.
Kesetiaan pelanggan tidak terbentuk dalam waktu singkat tetapi melalui proses belajar dan berdasarkan hasil pengalaman dari pelanggan itu sendiri dari pembelian konsisten sepanjang waktu. Bila yang didapat sudah sesuai dengan harapan, maka proses pembelian ini terus berulang. Hal ini dapat dikatakan bahwa telah timbul kesetiaan pelanggan. Bila dari pengalamannya, pelanggan tidak mendapatkan merek yang memuaskan maka ia tidak akan berhenti untuk mencoba merek-merek lain sampai ia mendapatkan produk atau jasa yang memenuhi kriteria yang mereka tetapkan. Loyalitas merupakan besarnya konsumsi dan frekuensi pembelian dilakukan oleh seorang pelanggan terhadap suatu perusahaan. Dan mereka berhasil menemukan bahwa kualitas keterhubungan yang terdiri dari kepuasan, kepercayaan dan komitmen mempunyai hubungan yang positif dengan loyalitas.
Dalam mengukur kesetiaan, diperlukan beberapa attribut yaitu :
1.      Mengatakan hal yang positif tentang perusahaan kepada orang lain
2.      Merekomendasikan perusahaan kepada orang lain yang meminta saran
3.      Mempertimbangkan bahwa perusahaan merupakan pilihan pertama dalam melakukan pembelian jasa
4.      Melakukan lebih banyak bisnis atau pembelian dengan perusahaan beberapa tahun mendatang.
Tjiptono (2002:85) mengemukakan enam indikator yang bisa digunakan untuk mengukur loyalitas pelanggan yaitu :
1.    Pembelian ulang
2.    Kebiasaan mengkonsumsi merek tersebut
3.    Selalu menyukai merek tersebut
4.    Tetap memilih merek tersebut
5.    Yakin bahwa merek tersebut yang terbaik
6.    Merekomendasikan merek tersebut pada orang lain.
B. PERBANDINGAN TEORI DENGAN INFORMASI DI RM. “BAKUL TUKUL ” TEBET.
1. Profil Perusahaan
Nama                    : BAKUL TUKUL
Alamat                  : -Jalan Tebet Utara Dalam No.2, Tebet, Kota Jakarta Selatan,
   -Jalan Sutan Syahrir No.1D, Menteng, Kota Jakarta Pusat
Visi                         : Menjadikan Bakul Tukul  rumah makan yang mengglobal
Misi                        : Menyediakan makanan yang murah, meriah, dan sehat.
2. Implementasi Materi Pada Perusahaan.
Bapak Prabowo, General Manajer Bakul Tukul , menceritakan sedikit mengenai perjalanan bisnisnya di bidang penyediaan kuliner. Banyak orang berpikiran bahwa dalam memulai bisnis sangatlah berat terkait dengan modal, namun beliau menjelaskan bahwa keberanian memulai bisnis lebih penting daripada keberadaan modal karena banyak orang yang sukses memulai bisnisnya dengan modal nol. Sebagai contoh, surabi bandung memulai bisnis tanpa modal. Dengan ‘menjual’ ide bisnisnya, surabi bandung menawarkan konsep pembagian hasil dengan presentase 70% & 30%.
Hal yang paling penting bagi beliau adalah kualitas SDM. Dengan aplikasi ilmu semasa kuliahnya dengan IPK 2,75 pada waktu itu dengan standar kelulusan 2,50, beliau dapat mengubah konsepsi dari apa yang dipelajarinya dalam kuliah ke dalam suatu bisnis yang cukup besar. Beliau secara gamblang membicarakan mengenai aplikasi marketing mix yang diimplementasikan kedalam sebuah usaha/bisnisnya:
·         Place
Hal pertama-tama yang menjadi focus dalam memulai bisnis bagi bapak Prabowo adalah dimana dia akan memulai bisnisnya. Karena sebuah bisnis akan dapat berjalan dengan lancer dan mudah ketika ditempatkan pada tempat yang sesuai. Berdasarkan pengalaman yang dimiliki, ia menceritakan bahwa ketika beliau memulai bisnisnya, lokasi penempatan bisnisnya dianalisis berdasarkan peluang pasar dengan radius 2-5 km dari tempat bisnisnya, lalu lintas pejalan kaki yang melewati tempat bisnisnya, fasilitas kendaraan yang melalui lokasi, dan lain sebagainya. Hal ini terbukti dengan penempatan Bakul Tukul  yang ada di tebet berada di jalan yang lalu lintasnya sangat macet di jam-jam tertentu yang dapat dengan mudah membuat orang merasa bosan menunggu antrian kendaraan sehingga memutuskan untuk menepi dan menikmati santap sore atau malam di tempatnya. Selain itu, lokasi di sekitarnya banyak terdapat distro dan tongkrongan anak-anak muda yang juga menjadi sasaran bisnisnya.
·         Branding
Pemilihan Bakul Tukul  sebagai brand adalah sebuah proses perjalanan yang unik karena pada kesempatan sebelumnya beliau membuka usaha seafood dan ayam goreng. Untuk branding produknya kemudian dipilihnya label ayam goreng kabayan. Kemudian pak bowo berpikiran untuk menciptakan merek yang mudah diingat. Lalu kemudian dipilih lah Bakul Tukul  sebagai brand bisnis selanjutnya yang kemudian berkembang hingga saat ini.
·         People
People, atau SDM, merupakan hal yang terpenting bagi perkembangan bisnis pak bowo. Menurut beliau, hal yang sangat sulit dilakukan mengenai bisnis khususnya bisnis kuliner / makanan adalah mencari orang-orang yang kompeten di bidangnya. Hal ini sangatlah masuk akal terkait cerita yang beliau sampaikan bahwa beliau pernah membuka bisnis seafood, dan mengolah masakan yang berbahan ikan-ikan laut, dll sangatlah memerlukan keterampilan yang tinggi dan tidak semua orang dapat mengolah bahan mentah dari laut dengan baik. Hal inilah yang kemudian menjadi focus pak bowo dalam mengembangkan bisnisnya. Dengan segenap kemampuan dan pengalaman, pak bowo mempekerjakan orang yang kompeten di bidangnya sesuai dengan apa yang dibutuhkan, bukan apa yang diinginkan. Uniknya adalah, pak bowo adalah salah satu orang yang memiliki sifat ‘serakah’ dalam bekerja. ‘serakah’ disini dikonotasikan sebagai keinginan untuk mengerjakan hal sebanyak-banyaknya seorang diri. Desain logo, background panggung, belanja bahan-bahan mentah dan pernak-pernik dinding di Bakul Tukul  Tebet ini pun dikerjakannya seorang diri. Bahkan seorang temannya pernah berkata pada beliau “kalo bisa, elu juga pasti yang bakal ngepel”. Hal ini dapat dianalisis secara sederhana bahwa dengan melakukan pekerjaan lebih banyak seorang diri, maka cost yang dikeluarkan untuk hal-hal tersebut dapat ditekan. Hal inilah yang dilakukan oleh pak bowo.
·         Product
Dalam bisnisnya, pak bowo sangat memperhatikan produk yang ditawarkan kepada pelanggannya. Ia menyebutkan dengan sederhana namun sangat masuk akal mengenai pemilihan bahan makanan yang akan dijualnya kepasar. Beliau memilih menu ayam dan bebek pada menu umumnya yang ada di Bakul Tukul  Tebet. Alasan pertama beliau memilih bahan-bahan tersebut adalah karena keyakinan beliau adalah Islam dan akhirnya beliau memilih untuk tidak menjual produk babi ke pasar. Hal ini diperkuat dengan pendapat beliau bahwa dengan menjual produk babi ke pasar, maka pasar yang menjadi target penjualan menjadi terlalu segmented (terfokus) dan cakupan pasarnya menjadi lebih sempit dan sedikit karena orang islam tidak akan makan di tempatnya dikarenakan ia menjual produk babi. Beliau juga tidak menjual produk-produk dengan unsure alcohol. Beliaupun memilih menyajikan produk nasi putih karena memang memiliki peluang keuntungan yang sangat besar. Dengan hanya memerlukan beberapa gram beras untuk seporsi nasi dengan disertakan lauk, secara logika sederhana akan dihasilkan keuntungan yang sangat banyak untuk penyediaan produk nasi putih. Namun uniknya, hal tersebut malah digunakan sebagai “senjata andalan” untuk menyiasati rasa cinta konsumen terhadap Bakul Tukul . Dengan menawarkan harga nasi putih beserta lalap dan sambal per orang, Bakul Tukul  mengincar pelanggan dengan memberikan kepuasan berupa free refill untuk nasi dan lalapan untuk setiap orang yang datang dan makan di Bakul Tukul .

·         Price
Dalam penetapan harga, Bakul Tukul  tidak ingin ‘sembarangan’. Pak bowo menjelaskan bahwa rata-rata penyedia makanan menetapkan harga jual sekitar 140% dari harga produksi. Hal inilah yang kemudian disiasati oleh Bakul Tukul  untuk menarik konsumennya. Dengan uang sebesar Rp. 22.000,- saja misalnya, beberapa waktu lalu kami per orang telah mendapatkan paket berisi nasi putih, lalap, sambal, dan sepotong ayam. Harga memang menjadi alat ukur nilai suatu barang bagi produsen sekaligus menentukan segmentasi pasar target dari operasi perusahaan, namun Bakul Tukul  tidak ingin menetapkan harga yang terlampau tinggi untuk meraup keuntungan dari pasar. Pak bowo bersama Bakul Tukul  nya memiliki prinsip mengambil keuntungan kecil dengan kuantitas penjualan sebesar-besarnya. Hal ini kemudian secara logis menjadi sebuah senjata rahasia Bakul Tukul  dalam meraih hati pelanggannya. Dalam analoginya, beliau memberikan pemikiran kepada kami bahwa “ketika saya berburu di hutan, saya akan memilih menembak 10 ekor kijang daripada menjatuhkan seekor gajah. Memang seekor gajah memiliki ukuran yang sangat besar jika dibandingkan dengan seekor kijang per ekornya. Namun dengan kuantitas yang tinggi, sekumpulan kijang akan memiliki daging yang lebih banyak dibandingkan dengan seekor gajah”.
·         Promotion
Promosi merupakan point penting dalam sebuah perusahaan penyedia produk kuliner. Dengan promosi yang baik, maka nama sebuah perusahaan akan dapat dikenal lebih baik oleh konsumen / pasar. Bakul Tukul , dalam berpromosi, memiliki kiat unik yaitu dengan memperkenalkan menu-menu baru dalam periode waktu tertentu. Misalnya, ketika kemarin kami mengunjungi Bakul Tukul  Tebet, mereka menyajikan paket Lebay untuk disajikan di hadapan kami. Dinamakan ‘Paket Lebay’, menurut pak Bowo, adalah karena dengan harga seperti itu dibandingkan dengan santapan yang disajikan beserta free refill nasi beserta lalap dan sambalnya, adalah sebuah hal yang lebay karena hal tersebut berlebihan dan relative sangat murah jika dibandingkan dengan produk sejenis di tempat lain.
Demikianlah paparan yang disajikan oleh pak bowo terkait marketing mix yang kemudian digunakan juga untuk meraih kepuasan pelanggan yang kemudian menjadi keuntungan tersendiri bagi Bakul Tukul.




Jumat, 21 Maret 2014

Marketing Mix. Part 2.

Setelah berpikiran bahwa penjelasan mengenai marketing Mix terputus begitu saja, ternyata pertemuan ke-7 menjawab pernyataan saya sebelumnya... "marketing mix is back on the scene"!!

Marketing Mix Part 2

PEOPLE (Sumber Daya Manusia)
SDM dalam sebuah organisasi mewakili keseluruhan citra bisnis. Maksudnya adalah, sumber daya manusia yang ada di dalam sebuah organisasi dapat memberikan citra yang sangat kuat mengenai organisasi tersebut. Sebagai contoh, dalam sebuah perusahaan dagang pasti banyak terdapat orang-orang lulusan sarjana ekonomi dan.. Jumlahnya pasti lebih banyak dan dominan jika dibandingkan dengan sebuah perusahaan otomotif atau organisasi kesehatan. 

Yang termasuk di dalam People :
  • Employees : Karyawan yang ada di dalam organisasi.
  • Management : Pihak manajemen yang mengatur kegiatan organisasi.
  • Culture : Budaya SDM yang ada di dalam organisasi.
  • Customer : Konsumen
Citra yang ada pada SDM sangat kuat berpengaruh pada organisasi. Alasannya adalah :
  1. Biasanya, SDM menjadi ujung tombak pelayanan bagi organisasi kepada konsumen.
  2. Citra yang dimiliki konsumen terhadap organisasi, berawal dari citra yang ditimbulkan oleh SDM  dalam organisasi kepada konsumen, termasuk citra yang akhirnya menjadi ukuran kualitas sebuah organisasi bagi konsumen.
  3. SDM yang dimiliki organisasi dapat memberikan pengetahuan dan pelatihan bagi konsumen mengenai produk dari perusahaannya.
  4. Kualitas dan Kuantitas SDM organisasi berkaitan dengan relevansi kegiatan organisasi dengan misi yang dimiliki perusahaan tersebut.
  5. Persepsi konsumen terhadap kualitas perusahaan seringkali dikaitkan dengan pelayanan yang diberikan kepada konsumen.. apakah sesuai dengan harapan konsumen, ataukah tidak..
 PROCESS (Proses)
Process biasanya berkaitan dengan industri pelayanan jasa. proses yang dimaksud adalah bagaimana konsumen menikmati layanan yang diberikan. hal ini berkaitan dengan dua hal :
  • Apa yang harus ditempuh oleh konsumen untuk dapat menikmati sebuah layanan. (what processes do they have to go through to acquire the services?) 
Proses yang ditempuh oleh pelanggan untuk mendapatkan layanan sangat berpengaruh bagi keberlangsungan kegiatan organisasi. Semakin mudah proses yang harus ditempuh oleh pelanggan untuk mendapatkan layanan tersebut, maka kepuasan konsumen akan semakin tinggi dan frekuensi transaksi yang dilakukan oleh konsumen kepada perusahaan relatif akan meningkat dan akan mendongkrak pemasukan yang akan menjadi "angin segar" bagi keberlangsungan "hidup" perusahaan.
  • Dimana konsumen dapat menemukan informasi mengenai ketersediaan layanan tersebut? (where do they find the availability of the services?)
Kemudahan bagi konsumen dalam mendapatkan informasi mengenai ketersediaan layanan juga harus menjadi prioritas bagi perusahaan penyedia layanan. Semakin mudah informasi didapatkan oleh konsumen mengenai ketersediaan jasa, semakin mudah pula konsumen mendapatkan layanan tersebut. Hal yang menjadi pilihan bagi perusahaan dalam menyediakan informasi mengenai ketersediaan adalah sebagai berikut:
  1. Contact Person / Kontak
  2. Reminders / Pengingat
  3. Registration / Pendaftaran Langsung
  4. Subscription / Berlangganan Informasi
  5. Form Filling / Pengisian Formulir
  6. Degree of Technology / Tingkatan Teknologi
 PHYSICAL ENVIRONMENT (Lingkungan Fisik)
Yang termasuk dalam Physical Environment atau Lingkungan Fisik adalah "The ambience, mood or physical presentation of the environment" (Suasana fisik maupun hati, ataupun penampilan secara fisik yang ditampilkan oleh lingkungan).
Smart/ shabby ?
Trendy/retro/modern/old fashioned ?
Light/dark/bright/subdued ? (warna terangkah? Atau warna cerahkah?) 
Romantic/chic/loud ? 
Clean/ dirty/ unkempt/ neat? 
Music?
Smell?

KESIMPULAN DARI MARKETING MIX :
"Blend of the mix depends upon:" (perpaduan porsi yang harus diperhatikan mengenai komponen-komponen dalam marketing mix dapat dipertimbangkan berdasarkan hal-hal berikut:)
  1. Objek Pemasaran
  2. Tipe Produk
  3. Pasar Target
  4. Struktur Pasar
  5. Perilaku Pesaing
  6. Isu Global, Agama, Suku, dll
  7. Posisi Pemasaran Produk
  8. Portofolio Produk:
  • Daur Hidup Produk
  • Boston Matrix

Selasa, 11 Maret 2014

MARKETING MIX

pertemuan ke 6.. ga ada cerita panjang untuk hari yang panjang ini.. intinya hari ini kedua kalinya pak amril ngajar di gedung baru buat kelas 2012B dan alhamdulillah tanpa sekalipun belajar di pelataran seperti kelas lain hahahahaha~!

materi selanjutnya : Marketing Mix

MARKETING MIX
Marketing Mix
Adalah alat-alat yang tersedia bagi perusahaan untuk meningkatkan reaksi yang terlihat dari pasar target dan berhubungan dengan tujuan marketing.
7 komponen dalam Marketing Mix:
  • Product
  • Price
  • Place
  • Promotion
  • People
  • Process
  • Physical Environment

*) 5,6, dan 7 adalah tambahan setelah sebelumnya hanya ada 4 komponen dalam Marketing Mix


PRODUCT
Meliputi unsur-unsur jenis produk, kualitas, desain, fitur-fitur produk (fasilitas yang ditawarkan, fungsi produk), merk, kemasan, ukuran, pelayanannya, dan garansi (termasuk didalamnya penggantian produk jika terjadi kerusakan).
Metode yang digunakan untuk meningkatkan / mediversifikasikan produk dan meningkatkan penjualan atau target penjualan secara lebih efektif untuk meningkatkan keunggulan dalam bersaing dalam pasar.
EXTENSION STRATEGIES
Adalah strategi yang digunakan dalam memperpanjang umur produk dalam pasar.
-          Product : mengganti kemasan, memperkenalkan versi baru dari produk sebelumnya.
-          Price : menurunkan harga untuk menarik perhatian pelanggan.
-          Promotion : memperkenalkan melalui cara iklan yang baru
-          Place : mengubah tempat memperoleh barang tersebut bagi pelanggan. Contoh : via Online
BRANDING
-          Mengaitkan sebuah merek produk dengan kepribadian konsumen. Contoh : Honda irit bbm untuk konsumen yang hemat, dll.
-          Logonya mudah dikenali, kemasannya, rasanya, iklannya, dan fitur-fitur lainnya yang ada pada produk tersebut.
-          Jaminan mutunya dapat dipercaya
-          Beberapa merek memiliki “snob value”, yaitu menimbulkan rasa bangga ketika menggunakan produk tersebut. Contoh : menggunakan iPhone akan meningkatkan rasa percaya diri pengguna dan menimbulkan rasa bangga pada diri konsumen.
-          Biasanya, harga yang ditawarkan untuk produk-produk tersebut lebih mahal.
Brand Loyalty :
Beberapa pelanggan akan setia kepada merk tertentu. Mereka cenderung akan membeli produk dengan merek yang sama berkali-kali untuk beberapa produk yang saling berkaitan.
Contoh : seorang konsumen memiliki handphone merk sams*ng. karena kepuasannya terhadap produk buatan sams*ng, ia membeli merk sams*ng ketika membeli televise, AC, dll.
Produk-produk tersebut biasanya dijual pada tempat-tempat yang memperkuat brand image yang dimiliki produk. Misalnya anda akan lebih mudah menemukan raket bermerk yonex di toko olahraga / terspesialisasi bulutangkis ketimbang mengunjungi pasar-pasar swalayan.
PRICE
Adalah jumlah yang dibayarkan oleh konsumen untuk mendapatkan sebuah produk barang maupun layanan jasa.
Berapa harga yang tepat untuk sebuah produk? Menentukan harga yang tepat adalah bagian yang sangat penting dari marketing mix.
Harga yang di tentukan bergantung pada :
  • Berapa biaya yang dikeluarkan saat produksi?
  • Berapa harga yang ditawarkan oleh pesaing untuk produk serupa?
  • Apakah produk yang anda pasarkan adalah produk baru yang akan anda kenalkan pada pasar?
  • Citra apa yang anda ingin sampaikan dari produk tersebut kepada konsumen anda?

Bagaimana cara memutuskan sebuah harga yang tepat? :
  • Harga yang rendah akan meningkatkan angka penjualan yang lebih besar.  Sehingga memungkinkan anda untuk menjual dalam jumlah besar dengan keuntungan rata-rata yang rendah.
  • Jika Harga standard yang anda tawarkan, maka anda harus siap bersaing dengan pesaing anda dengan hal selain harga. Misalnya anda mengusahakan iklan yang lebih baik, atau layanan pelanggan yang lebih baik, atau hal lainnya yang anda dapat pikirkan untuk ‘menaklukkan’ pesaing anda.
  • Harga yang tinggi dapat dikenakan pada produk anda jika anda melihat sebuah kelebihan pada produk anda dibandingkan produk-produk pesaing anda. Contohnya : Ferrari® dalam produksi mobilnya cenderung melakukan pembatasan jumlah dan memberikan harga fantastis kepada pasar karena mereka yakin bahwa produknya pantas dibanderol dengan harga setinggi itu, dan pasar pun memaklumi harga yang ditawarkan karena memahami produk yang ditawarkan oleh Ferrari®

TEKNIK MENTAPKAN HARGA
  • Time-Based. Menetapkan harga berdasarkan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk sebuah layanan pekerjaan. Contoh : layanan pijat reflexi, warnet, rental mobil.
  • Costs Plus, Penetapan harga berdasarkan biaya produksi yang dibutuhkan kemudian ditambahkan keuntungan yang diharapkan dari produk tersebut.
  • Start-up Penetration Pricing, Penetapan harga ketika perusahaan memperkenalkan produk baru kepada pasar. Biasanya pada awal periode penjualan, harganya diturunkan untuk menarik minat beli pelanggan.
  • Off the Top or Price Skimming, produk yang memiliki harga tinggi di awal pembelian, namun harga jual kembalinya jatuh ke angka yang cukup rendah. Barang-barang seperti ini biasanya barang yang dibeli untuk digunakan sampai habis masa pakainya. Contoh : mesin cuci. Harga pembelian sebuah mesin cuci mencapai jutaan rupiah namun ketika mesin cuci dijual, anda hanya akan mendapatkan uang yang tidak seberapa dibandingkan dengan uang yang anda keluarkan untuk pembelian mesin cuci tersebut. (berbeda halnya ketika anda adalah seorang penjual mesin cuci).
  • Destroyer. Memberikan harga yang sangat rendah pada produk untuk menghancurkan bisnis pesaing. Lalu harga produk akan dinaikkan kembali ketika pesaingnya sudah keluar dari pasar.
  • Market Orientated. Menetapkan harga produk berdasarkan harga yang ditawarkan pada pasar. Penetapan harga ini biasanya terjadi pada pasar yang menawarkan jenis produk serupa. Contoh : penjualan handphone di ITC Roxy Mas akan cenderung sama. Ketika ada perbedaan, perbedaan tidak akan begitu terlihat.

PLACE
Dapat didefinisikan sebagai berbagai aktivitas perusahaan dimulai dari kegiatan produksi produk yang dihasilkan/dijual hingga produk sampai ke tangan pelanggan. Place termasuk didalamnya saluran, cakupan, lokasi-lokasi, persediaan, dan transportasi.
Place juga dapat dikatakan sebagai “tempat diperolehnya barang atau jasa dari produsen” atau “tempat yang dapat diakses oleh konsumen untuk mendapatkan barang atau jasa”.

The Market Place
Tidak peduli seberapa baik kualitas yang dimiliki oleh produk, yang penting produk berada di tempat yang tepat pada waktu yang tepat. (biasanya penjual nasi goring ‘beroperasi’ pada malam hari. Terlepas dari kualitas nasi gorengnya, orang akan berpikir bahwa “kalo mau beli nasi goreng, ya nanti malam”. Kecual pada restoran-restoran yang menyediakan nasi goreng).

Berbagai cara bertemunya penjual dan pembeli :

  • Toko/pasar
  • Cash and Carry. Membeli barang untuk dinikmati di tempat lain/langsung dibawa oleh konsumen ke tempat lain
  • Kios-kios kecil
  • Internet
  • Channel TV Belanja
  • Koran dan Majalah
  • Pemesanan dengan email (untuk beberapa pelanggan, mereka lebih memilih mendapatkan informasi katalog produk rutin yang dikirimkan via email dan pembelian pun melaluli email).
  • Direct mail (email yang dikirimkan lebih focus kepada email yang akan dituju)
  • Factory shop / pabrik.

SALURAN DISTRIBUSI


PROMOSI
Adalah berbagai aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan untuk menimbulkan kesadaran konsumen untuk membeli produk sehingga konsumen terpengaruh dan membeli produk tersebut sekaligus dapat memperkenalkan produk pada target pasar. Variable promosi meliputi sales promotion, advertising sales force, public relation, dan direct marketing.

TUJUAN PROMOSI
  • Mempengaruhi konsumen untuk membeli produk.
  • Memberitahukan konsumen mengenai suatu produk
  • Mengingatkan kembali kepada konsumen bahwa produk tersebut masih ada / tersedia.

MEDIA PROMOSI
  • TV
  • Koran (nasional, mingguan, lokal, dll)
  • Majalah
  • Radio
  • Sinema
  • Media Outdoor (billboard, papan iklan, halte bis, badan bis, baliho, spanduk, dll)
  • Internet
  • Email langsung kepada konsumen

Above the Line Promotion
Adalah promosi yang dilakukan untuk semua orang, bahkan orang yang tidak memiliki focus minat kepada barang tersebut menjadi target promosi juga.
Contoh produk dengan promosi ini : TV, Kulkas, AC.
Below the Line Promotion
  • Kontrol pusat bisnis
  • Surat
  • Personal selling
  • Bazaar

Menentukan media iklan yang tepat bergantung pada:
  • Produk yang akan dipasarkan
  • Audience yang akan ditargetkan
  • Jenis cakupan. Apakah nasional, atau lokal.
  • Jumlah uang yang tersedia untuk promosi
  • Promosi yang dilakukan oleh pesaing

Sales Promotion
Adalah bujukan jangka pendek yang dilakukan sales untuk meningkatkan angka penjualan.
Promosi penjualan dibagi menjadi 2.
  1. Terfokus. Contoh : produk rokok dipromosikan untuk orang dewasa karena disesuaikan dengan produk yang ditawarkan.
  2. Tidak terfokus. Promosi dilakukan untuk semua orang. Contoh : produk gadget.

Promosi
Merupakan strategi yang dirancang untuk membuat konsumen menyadari keberadaan sebuah produk dan menimbulkan kesadaran untuk membelinya.
Promosi tidak selalu berbentuk iklan, bisa juga berbentuk lain.

Rabu, 05 Maret 2014

SEGMENTATION, TARGETING, AND POSITIONING

4 Maret 2014, selasa... (terbalik? terserah gw haha) hari ini cukup membahagiakan.. karena.. membahagiakan aja..
materi hari ini adalah Segmentation, Targeting, and Positioning.. artinya apa?? tanya google..

SEGMENTATION
Ada­lah proses membagi pasar berdasarkan kelompok-kelompok pembeli yang dibedakan menurut:
-        Kebutuhan
-        Karakteristik
-        Perilaku Konsumen
yang mungkin saja membutuhkan produk yang berbeda.
Diferensiasi dilakukan dalam segmentasi pasar, diferensiasi adalah pembedaan (pembedaan, bukan perbedaan. Pembedaan = pengkondisian suatu hal agar menjadi berbeda). 3 strategi diferensiasi pasar yang dilakukan oleh perusahaan:
  1. Tanpa pembedaan : dalam pemasarannya, pemasar (perusahaan) tidak membuat pembedaan kelompok konsumen.. baik dari segi jenis kelamin, pendapatan, dll. Contoh : sebuah universitas tidak membedakan kelompok belajar mahasiswanya berdasarkan golongan-golongan tertentu.
  2. Melakukan pembedaan : perusahaan pemasar membuat pembedaan kelompok konsumen dalam pemasarannya.. dan perusahaan pemasar menjual untuk lebih dari satu kelompok tersebut.. contoh : supermarket menjual produk pakaian dengan diferensiasi berdasarkan umur maupun jenis kelamin.. pakaian untuk laki-laki cenderung akan dipisahkan dengan wanita. Begitu pula pakaian dewasa akan ditempatkan di kelompok yang berbeda dengan pakaian bayi/anak-anak.
  3. Terfokus: kelompok yang akan disasar oleh perusahaan pemasar difokuskan untuk kemampuan dan daya beli konsumen tertentu. Contoh : Lamborghini® menjual produknya difokuskan kepada orang-orang pemilik uang banyak dan bergaya hidup tinggi dengan semangat jiwa muda untuk merasakan tenaga mesin mobil yang besar dengan gaya menyetir layaknya mobil balap.

Dengan hal-hal diatas, marketing research perlu dilakukan untuk mengetahui hal-hal berikut ini:
  1. Besar pasar : kapasitas jumlah pembeli pada daerah tersebut.
  2. Daya beli konsumen : kekuatan konsumen dalam membeli produk tertentu.
  3. Perbedaan : untuk produk-produk khusus yang memiliki spesifikasi untuk konsumen tertentu seperti susu, pakaian.
  4. Pesaing : keadaan perusahaan saingan yang menyediakan produk serupa pada daerah tersebut.
  5. Keterjangkauan : keterjangkauan produk yg ditawarkan dari berbagai sudut > daya tahan, dll.
  6. SDM : ada beberapa produk yang hanya bisa dibuat oleh segelintir orang tertentu.. beda orang, beda produk yang dihasilkan.

Segmentasi dibedakan menjadi 6:
  1. Demografis : gender, usia, ukuran keluarga.
  2. Sosio ekonomis : pendapatan, pendidikan, kelas social, etnik
  3. Psikografis : perilaku, gaya hidup
  4. Geografis : lingkup pasar, kepadatan penduduk, iklim.
  5. Benefit : alasan utama konsumen membeli produk (manfaat utama yang ingin diperoleh konsumen dengan membeli produk tertentu)
  6. Penggunaan : tingkat penggunaan konsumen terhadap produk. Dibedakan menjadi:

o   Heavy Users : produk yg dibeli cenderung berkualitas tinggi untuk penggunaan yang cenderung intensif dan berat. Contoh : tas untuk dipakai harian akan dipilih yang berkekuatan lebih.
o   Medium users : intensitas penggunaan produk lebih rendah daripada heavy users. Misalnya : eksekutif muda membeli sepeda gunung untuk kegiatan weekend.
o   Occasional users : produk yang dibeli digunakan untuk beberapa waktu tertentu. Biasanya waktu-waktu khusus. Contoh : beberapa orang membeli baju koko hanya untuk momen lebaran saja, beberapa lainnya membeli batik untuk momen tertentu.. penyewaan gedung balaikota untuk resepsi pernikahan, dll.
o   Non-user : produk yang dibeli tidak untuk dimanfaatkan langsung oleh pembeli, melainkan untuk dimanfaatkan oleh orang lain. Contoh : seorang pria membelikan parfum untuk wanitanya.
TARGETING
Adalah proses memutuskan pasar mana yang akan dilayani dengan melakukan seleksi pasar sasaran terlebih dahulu.
Pasar sasaran terdiri dari sekumpulan pembeli dengan kebutuhan atau karakteristik serupa yang akan dilayani.
Strategi diferensiasi pasar yang dilakukan serupa dengan segmentasi pasar..  jika segmentasi pasar sebuah perusahaan adalah tanpa pembedaan, maka strategi diferensiasi targeting perusahaan tersebut juga tanpa perbedaan.. simple.
Landasan targeting :
  1.          Sumber daya perusahaan : kekuatan perusahaan dalam melakukan targeting
  2.          Variabilitass produk : tingkat keberagaman produk yang ditawarkan
  3.        Tahapan produk dalam daur hidup: siklus hidup suatu produk dibandingkan dengan tahapan-        tahapan yang telah dilalui produk tersebut dimulai dari peluncuran awal produk tersebut.
  4.           Strategi pesaing : strategi yang dilakukan pesaing dalam melakukan pemasaran.

POSITIONING
Adalah proses membedakan prduk jasa dibandingkan dengan pesaing terkait dengan apa yang akan dilakukan terhadap pikiran dan keinginan konsumen.
Tiga Langkah Positioning
  1. Mengenali keunggulan yang mungkin dapat ditampilkan. Dengan mengenali keunggulan produk, maka akan jelas apa saja yang akan menjadi daya tarik kepada masyarakat dalam membeli produk yang ditawarkan.
  2. Memilih keunggulan secara efektif yang paling kuat. Dari keunggulan-keunggulan yang mungkin dimiliki oleh produk dibandingkan dengan produk lain yang ditawarkan pesaing, dipilih keunggulan yang paling kuat sehingga dapat menyaingi keunggulan yang ditawarkan produk pesaing.
  3. Menyampaikan keunggulan secara efektif kepada target pasar. Setelah keunggulan yang paling kuat diketahui dan dirasa cukup untuk menyaingi pesaing, perusahaan harus dengan efektif menyampaikannya kepada calon pembeli. Jika tidak, maka keunggulan-keunggulan yang dapat dijadikan daya tarik  calon pembeli dalam membeli produk tersebut tidak dapat diketahui dan angka penjualan tidak dapat terdongkrak ke angka yang diharapkan.

Miss positioning yang seringkali dialami oleh perusahaan :
  1. Under Positioning  : konsumen tidak mengenali keunggulan produk yang ditawarkan
  2. Over Positioning  : konsumen mengetahui keunggulan yang ditawarkan sebuah produk, namun keunggulan yang ditawarkan oleh produk tersebut adalah hal yang “biasa saja” sesuai standar produk sejenis pada umumnya.
  3. Confused positioning : konsumen tidak merasa pasti mengenai keunggulan produk yg ditawarkan, terlalu banyak janji yang ditawarkan oleh produk.
  4. Doubtful positioning : keunggulan yang ditawarkan oleh produk diragukan keberadaannya oleh konsumen. Kualitas produk yang ditawarkan juga mendapatkan tanda tanya besar dari konsumen.

Minggu, 02 Maret 2014

sedikit mengenai ResearchGATE®


dalam gelap malam ini, keinget tugas itu adalah mimpi yang terindah sebelum tidur... (mimpi sebelum tidur? -_-) tugas kali ini, disuruh cari tentang sesuatu.. penting deh pokoknya hahaha...
sebelum dibaca, gw mau nasehatin pembaca dulu.. 
SESUATU ITU AKAN INDAH PADA WAKTUNYA... 
(baca : jangan ngerjain tugas setelah deadline berakhir.) hahahahahaha

APAKAH ResearchGATE® ITU?

ResearchGATE ® adalah situs jejaring sosial bagi para ilmuwan dan peneliti untuk berbagi paper / bahan diskusi, tanya-jawab berbagai pertanyaan, dan menemukan rekan untuk berkolaborasi. Situs ini telah digambarkan sebagai Mashup "Facebook, Twitter dan LinkedIn" yang meliputi "laman profil, komentar, kelompok, lowongan pekerjaan, dan tombol 'like' dan 'Follow'". Para anggota didorong untuk berbagi data mentah dan hasil eksperimen yang gagal serta sukses, untuk menghindari mengulangi kesalahan penelitian ilmiah rekan mereka. Microsoft co-founder Bill Gates merupakan kalangan investor perusahaan itu. ResearchGATE ® mengumumkan pada 2013 bahwa situs tersebut memiliki dua juta anggota.


FUNGSI, MANFAAT, DAN KELEBIHAN ResearchGATE ®

Menciptakan jaringan sosial bagi para ilmuwan bukanlah ide yang revolusioner-Academia.edu, Ologeez, dan Lab Meeting adalah semua startups yang telah mengembangkan berbgai komunitas bagi para peneliti dan ilmuwan untuk berbagi karya-karya mereka. ResearchGATE ® bergabung dengan kelompok dengan menawarkan jaringan profesional seperti LinkedIn gratis yang memungkinkan para ilmuwan untuk terhubung dengan rekan lainnya, menemukan metode baru, paper / bahan diskusi, dan orang-orang kemudian berkolaborasi menggunakan aplikasi yang dibangun khusus untuk para peneliti.

Pada
ResearchGATE ®, para ilmuwan dapat membuat seperti profil Facebook di mana pengguna dapat membuat daftar pendidikan, pengalaman kerja, keterampilan dan minat dan melampirkan makalah penelitian. Pengguna dapat menambahkan kontak profesional dengan mencari peneliti lain yang memiliki fokus yang sama. ResearchGATE ® juga memberikan pengguna pilihan untuk terlibat dalam diskusi online dengan bergabung atau membentuk kelompok. ResearchGATE ® juga menawarkan beberapa aplikasi yang membantu menghubungkan para ilmuwan di dunia maya. ReStory, mirip dengan GoogleDocs, memungkinkan pengguna untuk berkolaborasi bersama-sama dengan rekan-rekan untuk menulis dan mengedit dokumen. ReMeet memungkinkan pengguna mengatur jadwal pertemuan dan panggilan konferensi secara online dan ReVote memungkinkan pengguna untuk membuat survei dan jajak pendapat pada topik. ResearchGATE ® berencana untuk menggelar beberapa fitur baru dalam waktu dekat termasuk konferensi virtual dan sebuah papan pekerjaan.

Situs ini juga menawarkan kapasitas pencari yang sangat berguna yang dapat menggali sumber daya internal dan semua database penelitian eksternal besar termasuk Pubmed, Citeseer dan lain-lain, untuk menemukan makalah penelitian. ResearchGATE ® juga menunjukkan paper / bahan diskusi sejenis yang ditulis tentang sebuah topik ketika pengguna meng-upload surat-surat mereka sendiri, memberikan pengguna kemudahan untuk menemukan individu yang berpikiran sama serta tulisannya. Dan berdasarkan profil anggota lain, ResearchGATE ® dapat menyarankan ilmuwan lain, kelompok, dan sumber daya pada pengguna.

Menurut Ijad Madisch, pendiri dan CEO ResearchGate kepada VentureBeat, dengan ketertarikannya pada pemberantasan penyakit, Bill sangat sejalan dengan tujuan ResearchGate untuk membuka ilmu pengetahuan. Madisch yang bergelar M.D./Ph.D dari Harvard tersebut menciptakan ResearchGate pada tahun 2008 bersama rekannya Soren Hofmayer dan Horst Fickenscher. Gates menjadi salah satu investor untuk jejaring sosial tersebut yang masuk dalam putaran C bersama investor lainnya seperti Dragoneer Investment Group, Thrive Capital dan Benchmark and Founders Fund.

Madisch menjelaskan bahwa ResearchGate merupakan forum dimana para ilmuwan bisa mengupload semua data hasil penelitian laboratorium serta metodologi baik yang gagal maupun yang sukses sehingga diharapkan bisa menciptakan dunia baru bagi ilmu yang lebih terbuka dimana informasi bisa dengan tersedia dengan cepat. Madisch menceritakan bahwa saat melakukan risetnya, dia melihat bahwa ilmu pengetahuan pada dasarnya telah rusak. Pada ilmuwan hanya mempublikasikan hasil yang positif saja sementara banyak eksperimen bermakna, apakah telah dikonfirmasikan seperti hipotesis awalnya. Akibatnya hanya 5% saja dari apa yang dilakukan para ilmuwan yang benar-benar dipublikasikan. Lebih lanjut Madisch menyatakan bahwa hal tersebut menyebabkan banyak usaha yang sia-sia dan memberikan hasil yang menyesatkan. Selain dirinya, banyak ilmuwan di dunia yang juga membuat kesalahan yang sama seperti yang telah dialaminya sehingga ResearchGate diharapkan bisa membantu.
Saat ini ResearchGate yang memiliki 100 karyawan ini telah melayani 2.9 juta anggota yang terdiri dari ilmuwan dan pelajar bidang ilmiah dari 193 negara di dunia termasuk Amerika Serikat, India, Inggris dan Jerman sebagai negara-negara pencetak ilmuwan terbesar. Situs ini terlihat mengalami peningkatan yang eksponensial dalam jumlah data yang diupload oleh usernya dalam waktu 15 bulan terakhir ini. Dana yang terkumpul dari para investor sendiri akan digunakan untuk membangun dan memperbaiki platform penerbitan mereka, menciptakan API bagi developer luar untuk membangun aplikasi yang terintegrasi dengan ResearchGate dan memfokuskan diri pada monetisasi.
PENDIRI

IJAD MADISCH

Ijad Madisch adalah salah satu dari tiga orang pendiri sekaligus CEO dari ResearchGate, sebuah social networking yang diperuntukkan kepada ilmuwan dan peneliti untuk saling berbagi hasil penelitian, tanya-jawab tentang ilmu pengetahuan dan saling menemukan kolaborator / bekerja sama untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Ijad memiliki gelar M.D dan Ph.D., diperolehnya dari belajar farmasi dan ilmu komputer di Hannover, Harvard University. Pada tahun 2005, beliau menerima penghargaan RSNA Young Investigator Prize untuk kerjanya pada Ultra High-Resolution CT Imaging of Tissue-Engineered Bone Growth, (pencitraan pertumbuhan tulang rekayasa dari tissue beresolusi tinggi).
Setelah beberapa tahun di Boston sebagai peneliti radiologi di RSU Massachusetts, Ijad pindah ke Berlin dan mendirkan ResearchGate pada tahun 2008. Perusahaan ini pun sekarang memiliki basis di berlin dan kantornya terdapat di Cambridge, Massachusetts. Ijad menyebutkan bahwa beliau berharap dapat memenangkan hadiah nobel melalui situsnya dikarenakan telah mengubah cara penyebaran ilmu pengetahuan ke arah yang tak terbayangkan.
KEAHLIAN & KEMAMPUAN:
-          Culturing
-          DNA Purification
-          Sequencing (fluoreszence labeled terminators)
-          Cloning
-          Bioinformatics Lasergene
-          DNAsis Max
-          Phylogenetic Analysis
-          Virtual Molecular Dynamics
-          Dynamite
-          Swiss Deep View
-          Pascal
-          C
-          C++
-          Adobe Photoshop
-          SPSS
-          MATLAB
-          R Statistical Package
-          PCR
-          Protein Folding
-          Statistical Software
-          Tissue Engineering
-          Bone Research
-          Infectious Diseases
-          Adenovirology
-          Medical and Biomedical Image Processing
-          Molecular Evolution
-          Genomics
-          SocMeds
-          Biomechanics
-          Radiology
-          Adenoviral Vectors
-          Structure Prediction
-          Dll.
PENGALAMAN PENELITIAN
Karakteristik Adenovirus Rekombinan Medical School of Hannover-Department of Virology- Medical School of Hannover. AG HEIM
Analisis Struktur Tulang Trabekuler Harvard University-Department of Radiology-Harvard Medical School. Volume CT Group-Gupta
Harvard Medical School, Boston-USA (2007)
Massachusetts General Hospital, Department of Surgery, Boston-USA (Jan 2006 – Des 2007)
Medizinische Hochschule Hannover, Institute of Virology, Hannover-Germany (Jan 2005 – Dec 2007)
Research Assistant Massachusetts General Hospital, Department of Radiology, Flatpanel volume CT Research Group, Boston-USA (Sep 2004 – May 2005)
PENDIDIKAN
Jan 2006—Medical School of Hannover, SPSS Introduction Course
Jan 2005—MGH, Harvard Medical School, Biostatistics Course for Clinical Investigators
Mar 2002-Oct 2008—Medical School of Hannover, Medicine
PENGHARGAAN
Jan 2005—RSNA Investigator Prize (Medical Student)- High-Resolution CT Imaging of Tissue-engineered Bone Growth: Correlation between Imaging,Bio-mechanical Strength, and Protein Transcription Analysis.
Jan 2005—Scholarship: BMEP Scholarship (Harvard Medical School) 
PENGUASAAN LAIN
Bahasa : Arab, Inggris, German
Keanggotaan Keilmuan : Lindau-Nobel
Hobby lain : Sepak bola, volly pantai, tennis, squash, catur.
 
LEMBAGA PENDIDIKAN SEBAGAI ANGGOTA DALAM ResearchGATE®?
Dalam kolom registrasi, researchgate mewajibkan calon pendaftar secara individual untuk memasukkan akun email institusional atau kelembagaan untuk dimasukkan kedalam database ResearchGate®.

ResearchGATE® pun sebenarnya diperuntukkan untuk anggota-anggota yang bersifat individu walaupun anggota tersebut berada didalam naungan sebuah institusi. Sebagai contoh, jika anda melihat laman profil Ijad Madisch di dalam ResearchGATE® yang akan anda temukan adalah profil milik individu Ijad sendiri. ResearchGATE® dibuat untuk mendukung kegiatan individu ilmuwan dan peneliti untuk lebih maju dan walaupun ada sebuah lembaga yang memiliki kepentingan dalam iptek dan mencari informasi melalui RG®, maka individu lah yang memiliki peranan dalam menyediakan informasi tersebut dengan memiliki akun RG®.


SCREENSHOTS