Tampilkan postingan dengan label 2012 b. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 2012 b. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Oktober 2014

Laporan Keuangan, Analisis Laporan Keuangan



LAPORAN KEUANGAN DAN ANALISIS LAPORAN KEUANGAN




PENGERTIAN LAPORAN KEUANGAN

Laporan keuangan merupakan laporan yang menginformasikan posisi keuangan perusahaan yang tersusun secara rinci dan lengkap yang meliputi Neraca, Laba Rugi, Neraca Saldo, dan sebagainya. Laporan ini digunakan bagi pihak internal dan eksternal untuk dapat menilai suatu perusahaan, seperti menilai keberhasilan perusahaan dalam usahanya atau menilai perkembangan perusahaan tersebut.

TUJUAN LAPORAN KEUANGAN

Tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pengguna dalam pengambilan keputusan ekonomi. Laporan keuangan yang disusun untuk tujuan ini memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pengguna. Namun demikian, laporan keuangan tidak menyediakan semua informasi yang mungkin dibutuhkan pengguna dalam pengambilan keputusan ekonomi karena secara umum menggambarkan pengaruh kenangan dari kejadian di masa lalu, dan tidak diwajibkan untuk menyediakan informasi non keuangan. Laporan keuangan juga menunjukkan apa yang telah dilakukan manajemen (stewardship). Atau pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya. Pengguna yang ingin menilai apa yang telah dilakukan atau pertanggungjawaban manajemen berbuat demikian agar mereka dapat membuat keputusan ekonomi; keputusan ini mungkin mencakup, misalnya, keputusan untuk menahan atau menjual investasi mereka dalam perusahaan atau keputusan untuk mengangkat kembali atau mengganti manajemen.

Keputusan ekonomi yang diambil oleh pengguna laporan keuangan memerlukan evaluasi atas kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas, dan waktu serta kepastian dari hasil tersebut. Kemampuan ini akhirnya menentukan, misalnya, kemampuan pembayaran kepada para karyawan dan para pemasok. Kemampuan pembayaran bunga, pembayaran kembali pinjaman dan pembagian penghasilan kepada para pemilik para pengguna dapat mengevaluasi kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dengan lebih baik kalau mereka mendapat informasi yang difokuskan pada posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan perusahaan.

JENIS DAN BENTUK LAPORAN KEUANGAN

Akhir dari sebuah siklus akuntansi adalah sebuah laporan keuangan. Untuk sebuah perusahaan perseorangan, biasanya laporan keuangan terdiri dari tiga jenis yaitu: (1) Neraca, (2) Laporan Laba-Rugi, dan (3) Laporan Perubahan/Modal Laporan Laba Ditahan. Namun ada pula sumber yang menyebutkan bahwa laporan keuangan terdiri dari empat jenis, yaitu (1) Neraca, (2) Laporan Laba-Rugi, (3) Laporan Perubahan Modal/Laporan Laba Ditahan, dan (4) Laporan Arus Kas. Laporan keuangan dapat disusun dengan menggunakan Neraca Lajur sebagai dasar.


NERACA

Dalam literatur akuntansi neraca berasal dari istilah balance sheet, statement of financial position, statement of financial conditions atau statement of resources and liabilities. Neraca adalah suatu laporan yang sistematis tentang aktiva (assets), kewajiban (liabilities), dan modal sendiri (equity) dari suatu perusahaan pada tanggal/waktu tertentu. Atau dengan kata lain neraca berisi mengenai data-data informatif mengenai kondisi perusahaan pada waktu tertentu.

Pada bagian awal setiap pelajaran akuntansi, neraca ditempatkan pada posisi pertama yang dinyatakan dalam pernyataan akuntansi:

“AKTIVA = KEWAJIBAN + MODAL”

Aktiva terdiri dari bagian-bagian kekayaan yang dimiliki oleh suatu perusahaan, baik kekayaan yang berwujud maupun kekayaan yang tidak berwujud.

Kewajiban terdiri dari kewajiban-kewajiban yang menjadi tanggungan perusahaan baik berupa hutang maupun kewajiban-kewajiban lainnya.

Modal merupakan sumber dana yang berasal dari pemilik perusahaan. Kewajiban dan modal adalah sumber dana yang digunakan perusahaan untuk membeli/ membiayai seluruh aktiva yang digunakan untuk aktivitas usaha.








LAPORAN LABA-RUGI

Disamping ingin mengetahui posisi keuangan perusahaannya, pihak pengelola/pemilik perusahaan pasti juga ingin tahu sejauh mana perusahaannya memperoleh untung selama masa atau periode tertentu. Oleh karena itu, dibuatlah sebuah laporan laba/rugi.

Dalam literatur akuntansi, laporan laba-rugi diturunkan dari istilah profit and lost statement, operation statement atau income statement.

Jadi, laporan laba-rugi adalah sebuah laporan singkat tentang jenis dan jumlah pendapatan atau hasil penjualan yang diperoleh oleh suatu perusahaan selama rentang periode tertentu, biaya selama periode tersebut, dan keuntungan atau kerugian yang diderita selama periode tersebut. Periode yang dimaksud adalah disesuaikan dengan kebijakan pencatatan keuangan perusahaan tersebut, bisa dalam jangka waktu satu bulan, per kuartal, per tahun, per semester, dsb.

Laporan laba-rugi terdiri dari penghasilan utama (operating revenue/sales), harga pokok penjualan (cost of goods sold), biaya usaha (operating expenses), penghasilan atau biaya diluar operasi pokok (other income and expenses atau nonoperating), dan pos-pos insidental atau pos luar biasa (extraordinary items).


Penghasilan Utama (Revenue)

Penghasilan utama dari perusahaan dagang, jasa atau industri adalah berupa hasil penjualan barang atau jasa kepada pembeli atau hasil produksi perusahaan


Harga pokok penjualan (Cost of Goods Sold)

Perkiraan ini terdapat pada perusahaan dagang, yaitu harga pokok barang dagangan yang dibeli dan kemudian berhasil dijual selama satu periode akuntansi. Untuk perusahaan industri, harga pokok penjualan meliputi ongkos-ongkos dasar bahan baku, tenaga kerja dan ongkos pabrik yang telah dikeluarkan dalam proses pembuatan barang yang kemudian berhasil dijual selama satu periode akuntansi.


Biaya Usaha (Operating Expenses)

Biaya yang timbul sehubungan dengan penjualan atau pemasaran barang dan jasa serta biaya yang timbul sebagai akibat dari fungsi administrasi dan umum dari perusahaan yang bersangkutan. Biaya usaha ini umumnya dibagi 2, yaitu:


Biaya Penjualan/Pemasaran (selling expenses)


Biaya Umum dan Administrasi (general and administration expenses)





Penghasilan dan Biaya diluar Operasi Pokok (Other Income and Expenses)

Biaya atau penghasilan yang tidak ada hubungannya dengan operasi utama perusahaan atau tidak bersifat berkelanjutan.


Pos-Pos Insidentil (Extraordinary Items)

Adalah transaksi-transaksi yang jarang sekali dilakukan oleh perusahaan dan biasanya bersifat mendadak atau insidental.

Data laporan laba-rugi dapat disajikan dalam bentuk rekening (account form) atau dalam bentuk laporan (report form). Dalam laporan bentuk rekening, biaya-biaya atau kerugian ditempatkan di sebelah kiri sedangkan penghasilan-penghasilan ditempatkan di sebelah kanan sedangkan saldonya menunjukkan laba atau rugi.




LAPORAN PERUBAHAN MODAL/LAPORAN LABA DITAHAN

Dalam perusahaan yang berbentuk perseroan, disamping neraca dan laporan laba rugi, disajikan pula mengenai laporan laba ditahan atau laporan perubahan modal. Laba ditahan atau perubahan modal adalah bagian laba yang ditanamkan kembali dalam perusahaan dan diakumulasikan sepanjang umur perusahaan. Laba yang diperoleh dari perusahaan biasanya tidak dibagikan seluruhnya kepada pemegang saham sebagai dividen, tapi akan ditahan juga oleh perusahaan untuk berbagai keperluan.

Dividen Saham

Dividen saham adalah penerbitan saham tambahan kepada pemegang saham yang ada sebanding dengan presentase kepemilikannya. Apabila dividen saham diumumkan, maka perkiraan laba ditahan menjadi berkurang.

Laporan Modal Sendiri

Untuk mengetahui perubahan besarnya modal sendiri selama suatu periode akuntansi perlu disusun laporan modal sendiri. Laporan ini terdapat pada perusahaan perseorangan, umumnya berbentuk PD (perusahaan dagang) dengan cara memperhitungkan pendapatan bersih yang diterima atau kerugian bersih yang diderita, pemakaian prive, dan penambahan modal oleh pemilik bilamana ada




LAPORAN ARUS KAS

Salah satu tujuan kegiatan sebuah perusahaan bisnis adalah memperoleh dana dalam bentuk uang kas dari hasil penjualan produknya, yang dapat dipergunakan untuk membiayai kegiatan-kegiatan, baik modal kerja maupun dalam perluasan investasi. Pada banyak perusahaan, pembiayaan modal kerja dan investasi ini menggunakan sumber dana yang berasal dari luar perusahaan, misalnya pinjaman bank. Penggunaan sumber dana external ini menimbulkan kewajiban bagi perusahaan untuk membayar bunga dan angsuran pinjaman. Disamping itu, perusahaan juga harus membagikan dividen bagi pemegang sahamnya karena menggunakan dana internal.

Dengan kata lain, perusahaan harus mampu menyeimbangkan kinerja likuiditas dan profitabilitas. Perusahaan yang memiliki profitabilitas tinggi tapi tidak memiliki likuiditas khususnya kas yang rendah dapat mengganggu operasi perusahaan seperti tidak dapat membayar piutang usaha yang jatuh tempo, membayar kewajiban finansial seperti biaya bunga atau angsuran pinjaman.

Bagi seorang analis keuangan, menganalisa kesehatan keuangan adalah sebuah hal penting untuk mengetahui apakah perusahaan tersebut mampu menghasilkan uang kas yang cukup untuk membayar kewajibannya, membiayai modal kerja dan membiayai perluasan investasinya. Analisa arus kas tersebut dapat dilakukan dengan melakukan analisa pada laporan arus kas perusahaan, yang menunjukkan aliran dana ketika perusahaan tersebut melakukan kegiatannya.

Perusahaan dengan aktiva yang jauh melebihi utang masih tetap dapat jatuh bangkrut, jika mereka tidak dapat menghasilkan cukup kas untuk memenuhi kewajiban lancarnya. Para investor memusatkan perhatian pada arus kas hasil operasi karena untuk memusatkan perhatian mengenai kemampuan perusahaan untuk membayar deviden.

Sebaliknya, perusahaan yang memiliki kas dalam jumlah besar menunjukkan perusahaan tidak dapat mengelola kas secara maksimal karena kas tersebut dapat digunakan untuk memanfaatkan cash discount pembelian bahan baku/persediaan, atau melakukan investasi.

Analisa laporan arus kas memperlihatkan kemampuan manajemen mengatur kas perusahaan yang menunjukkan sumber dana kas dan penggunaan dana kas dalam suatu periode tertentu.

Laporan arus kas menghubungkan antara dua neraca dengan laporan laba/rugi periode terakhir yang dapat mengevaluasi berapa banyak uang kas yang dihasilkan perusahaan dan untuk apa saja uang kas tersebut telah dipergunakan.





PENGERTIAN ANALISIS RASIO KEUANGAN

Analisis rasio keuangan merupakan teknik yang dilakukan untuk mengetahui secara cepat mengenai kinerja keuangan perusahaan. Analisis rasio menggambarkan hubungan di antara unsur dalam laporan keuangan. Rasio juga menggambarkan hubungan matematis antara kuantitas yang satu dengan kuantitas yang lain. Hubungan tersebut dapat berupa suatu presentase, tarif, atau proporsi. Analisis terhadap laporan keuangan dapat diklasifikasi menjadi tiga rasio. Analisis rasio keuangan dapat digunakan untuk mengevaluasi mengenai likuiditas, profitabilitas, dan solvabilitas keuangan suatu perusahaan.

MACAM ANALISIS RASIO KEUANGAN BESERTA CARA PERHITUNGAN ANALISISNYA

Jika diringkas dalam sebuah tabel, maka beberapa rasio keuangan yang menggambarkan likuiditas, profitabilitas, dan solvabilitas keuangan sebuah perusahaan dapat digambarkan sebagai berikut:











Rasio Likuiditas. Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menjamin kewajiban-kewajiban lancarnya. Rasio ini antara lain Rasio Kas (cash ratio), Rasio Cepat (quick ratio), Rasio Lancar (current ratio)


Rasio Profitabilitas/ Rentabilitas. Rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan bagi perusahaan. Rasio ini antara lain: GPM (Gross Profit Margin), OPM(Operating Profit Margin), NPM (Net Profit Margin), ROA (Return to Total Asset), ROE (Return On Equity).


Rasio Pengungkit/ Leverage/ Solvabilitas. Rasio ini digunakan untuk mengukur tingkat pengelolaan sumber dana perusahaan. Beberapa rasio ini antara lain Rasio Total Hutang terhadap Modal sendiri, Total Hutang terhadap Total Asset, TIE Time Interest Earned.


Rasio Aktivitas. Rasio yang menggambarkan aktivitas yang dilakukan perusahaan dalam menjalankan operasinya baik dalam kegiatan penjualan, pembelian, dan kegiatan lainnya. ada dua penilaian rasio aktivitas yaitu:


Rasio Nilai Pasar. Rasio yang mengukur harga pasar relatif terhadap Nilai Buku perusahaan. Rasio ini antara lain: PER (Price Earning Ratio), Devidend Yield,Devideng Payout Ratio, PBV (Price to Book Value)


Rasio Efesiensi/ Perputaran. Rasio perputaran digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mengelola asset-assetnya sehingga memberikan aliran kas masuk bagi perusahaan. Rasio ini antara lain Rasio Perputaran Persediaan, Perputaran Aktiva Tetap, dan Total Asset Turnover.

PENGGUNAAN DAN KETERBATASAN ANALISIS RASIO

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menggunakan atau mendengar kata rasio. Rasio dapat diartikan sebagai perbandingan. Sebagai contoh, sebuah perusahaan melakukan kerja sama dengan pembagian rasio keuntungan 60:40. Artinya, jika kerjasama tersebut menghasilkan laba, maka labanya akan dibagi dengan perbandingan 60% dan 40%. Rasio keuangan secara sederhana dapat diartikan sebagai perbandingan data dalam laporan keuangan. Data yang diperbandingkan bersumber dari neraca dan laporan laba rugi.

Analisis rasio keuangan terhadap suatu perusahaan digunakan untuk mengetahui keadaan dan perkembangan keuangan perusahaan terutama bagi pihak manajemen. Hasil analisis dapat digunakan untuk melihat kelemahan perusahaan selama periode waktu berjalan. Kelemahan yang terdapat diperusahaan dapat segera diperbaiki, sedangkan hasil yang baik harus dipertahankan pada waktu mendatang. Selanjutnya analisis historis tersebut dapat digunakan untuk penyusunan rencana dan kebijakan di tahun mendatang.

Setidaknya, ada tiga manfaat analisis rasio bagi tiga pihak berbeda yaitu sebagai berikut:


Manajer: berfungsi sebagai peralatan analisis perencanaan dan pengendalian keuangan.


Analis Kredit Perbankan: berguna untuk menilai kemampuan pemohon kredit dalam membayar utangnya.


Analis Sekuritas: berguna untuk menilai kewajaran dan prospek harga sekuritas, termasuk untuk menentukan peringkat utang jangka panjang.

Walaupun memiliki manfaat yang besar, namun analisis rasio juga memiliki keterbatasan, diantaranya:


Sulit diterapkan pada perusahaan dengan banyak divisi

Perusahaan besar dengan banyak divisi yang berbeda-beda industrinya mungkin akan sulit menentukan perusahaan pembanding yang tepat. Pada kenyataannya, analisis rasio keuangan lebih mudah diterapkan untuk perusahaan kecil bidang usaha yang terbatas.


Inflasi dan metode akuntansi

Dengan adanya inflasi, nilai buku yang tercatat di neraca dapat sangat menyimpang dari nilai yang terjadi di pasar. Demikian pula perbedaan metode akuntansi (misalnya, dalam pencatatan persediaan) dapat memberikan nilai berbeda bagi suatu perkiraan yang termuat dalam neraca. Dua hal itu perlu dicermati meskipun sering agak susah mengatasinya apabila harus dilakukan analisis rasio dalam waktu singkat.


Teknik merekayasa laporan keuangan/palsuan indah

Jika tidak berhati-hati, pengguna laporan keuangan bisa saja terkecoh dengan angka-angka pada laporan keuangan. Menjelang tutup buku, perusahaan bisa saja meminjam uang tunai untuk disimpan beberapa hari sehingga akan menambah kas pada neraca dan menjadikan tingkat likuiditas perusahaan tampak baik.






SUMBER

Arifin, Johan. 2008. Menyusun Laporan Keuangan Keuangan untuk UKM dengan Ms. Excel. Bandung: Elex Media Komputindo

Ikatan Akuntan Indonesia, 2007. Standar Akuntansi Keuangan. Jakarta : Salemba Empat.

Mardiyanto, Handono. 2009. Inti Sari Manajemen Keuangan : Teori, Soal, dan Jawaban. Jakarta: Grasindo

Priyatno, Duwi. 2009. 3 Jam Selesaikan Laporan Keuangan MYOB & Peachtree. Yogyakarta : Best Publisher.

Sugiono, Arif; Dkk. 2008. PANDUAN PRAKTIS DASAR ANALISA LAPORAN KEUANGAN, Pengetahuan Dasar bagi Mahasiswa dan Praktisi Perbankan. Jakarta: Grasindo.

Wibowo; Dkk. 2002. Akuntansi Keuangan Dasar 1 (Ed.3). Jakarta: Cikal Sakti.


Seci Harpian School
Laporan Laba-Rugi Januari- Desember

Pendapatan
1. SPP       1000 x 500.000 x 12                                                                   6.000.000.000
2. Osis       1000 x 200.000 x12                                                                       200.000.000  +
                                                                                                                      6.200.000.000
Biaya-Biaya
1.Gaji guru + pegawai   145.000.000 x 12                 1.740.000.000
2.Kurikulum                     30.000.000 x 2                        60.000.000
3.Pembelajaran                 6.000.000 x 10                      60.000.000
4.Osis + Ekskul                5.000.000 x 12                       60.000.000
5.ATK                              1.000.000 x 12                        12.000.000
6.Penyusutan Bangunan                                              317.500.000
7.Penyusutan Sekolah                                                  330.000.000
8.Biaya Promosi                                                              50.000.000
9.TAL                             10.000.000 x 12                      120.000.000
10.BLL                             5.000.000 x 12                        60.000.000 +           
Total Biaya                                                                                                    2.824.500.000 _
 EBIT                                                                                                             3.375.500.000
Bunga 12% x 3.000.000.000                                                                            360.000.000  _
EBT                                                                                                            3.015.000.000

Tax/pph
5% x 50.000.000                                                               2.500.000
15% x 200.000.000                                                         30.000.000
25% x 250.000.000                                                         62.500.000
35% x 2.515.000.000                                                    880.425.000
Tax                                                                                                                   975.425.000
EAT                                                                                                               2.039.575.000


Laporan Perusahaan Modal Tahun 2012
Modal 1 Januari                                                                                          16.450.000.000
Pembagian laba/SHU                                                                                      750.000.000

Laba tahun 2012                                                                                           2.039.575.000
Modal 31 des                                                                                              18.239.575.000


Neraca per 31/1/2013
Aktiva Lancar
- Kas                                    42.750.000         Utang Lancar                                   5.500.000
- Bank                                155.500.000         Utang JP                                   3.000.000.000 +
- Perlengkapan                    75.000.000         Total Utang                               3.005.500.000
- Piutang SPP                    125.000.000 +      Modal                                      18.239.575.000 +
 Total aktiva lancar             523.000.000         Total Utang + Modal               21.245.075.000

Aktiva tetap
- Gedung                          9.525.000.000
- Penyusutan gedung         317.500.000  _
                                         9.207.500.000
Peralatan                         5.000.000.000
Penyusutan Peralatan        330.000.000  _
                                         4.670.000.000
ATT W                              2.844.325.000 
Total Aktiva                    21.245.075.000
                                               
 ANALISIS RASIO KEUANGAN

Rasio Likuiditas
Rasio Lancar   =          Aktiva Lancar =       523.250.000
                                    Utang Lancar             5.500.000
                                                            = 9153,64% 
Kesimpulan : Setiap Rp.1 utang yang dimiliki sekolah, ditanggung pembayarannya oleh Rp. 9153,64 aktiva.
Rasio Profitabilitas
Dividen kas     =               750.000.000    = 4,62 %
Laba Bersih                 16.000.000.000          

Kesimpulan :   Dalam 1 tahun, sekolah mendapat laba sebesar 4,62 %

Rasio Solvabilitas
Total Utang     =            3.005.500.000 = 14,15 %
Total Harta                  21.245.075.000

Kesimpulan : Dari total harta yang dimiliki sekolah, sebesar 14,15% diperoleh melalui utang

Minggu, 05 Oktober 2014

STANDAR PEMBIAYAAN PENDIDIKAN

STANDAR PEMBIAYAAN PENDIDIKAN
Standar pembiayaan adalah standar yang mengatur komponen dan besarnya biaya operasi satuan pendidikan yang berlaku selama satu tahun. Pembiayaan pendidikan terdiri atas biaya investasi, biaya operasi, dan biaya personal.

Kebijakan Pemerintah dalam Pembiayaan Pendidikan

Peraturan Pemerintah No. 48 Tahun 2008 Bab 1 pasal 1 point 4:

Pendanaan pendidikan adalah penyediaan sumberdaya keuangan yang diperlukan untuk penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan.
Pasal 3:
(1) Biaya pendidikan meliputi: 
a. biaya satuan pendidikan; 
b. biaya penyelenggaraan dan/atau pengelolaan pendidikan; dan 
c. biaya pribadi peserta didik. 
(2) Biaya satuan pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri atas: 
a. biaya investasi, yang terdiri atas: 
1. biaya investasi lahan pendidikan; dan 
2. biaya investasi selain lahan pendidikan. 
b. biaya operasi, yang terdiri atas: 
1. biaya personalia; dan 
2. biaya nonpersonalia. 
c. bantuan biaya pendidikan; dan 
d. beasiswa. 
(3) Biaya penyelenggaraan dan/atau pengelolaan pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat 
(1) huruf b meliputi: 
a. biaya investasi, yang terdiri atas: 
1. biaya investasi lahan pendidikan; dan 
2. biaya investasi selain lahan pendidikan. 
b. biaya operasi, yang terdiri atas: 
1. biaya personalia; dan 
2. biaya nonpersonalia. 
(4) Biaya personalia sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b angka 1 dan ayat (3) huruf b 
angka 1 meliputi: 
a. biaya personalia satuan pendidikan, yang terdiri atas: 
1. gaji pokok bagi pegawai pada satuan pendidikan; 
2. tunjangan yang melekat pada gaji bagi pegawai pada satuan pendidikan; 
3. tunjangan struktural bagi pejabat struktural pada satuan pendidikan; 
4. tunjangan fungsional bagi pejabat fungsional di luar guru dan dosen; 
5. tunjangan fungsional atau subsidi tunjangan fungsional bagi guru dan dosen; 
6. tunjangan profesi bagi guru dan dosen; 
7. tunjangan khusus bagi guru dan dosen; 
8. maslahat tambahan bagi guru dan dosen; dan 
9. tunjangan kehormatan bagi dosen yang memiliki jabatan profesor atau guru 
besar. 
b. biaya personalia penyelenggaraan dan/atau pengelolaan pendidikan, yang terdiri atas: 
1. gaji pokok; 
2. tunjangan yang melekat pada gaji; 
3. tunjangan struktural bagi pejabat struktural; dan 
4. tunjangan fungsional bagi pejabat fungsional.

DANA BOS, BOP, DAN BKM

Bantuan Operasional Sekolah (BOS)

Pengertian Dana BOS
Menurut Peraturan Mendiknas nomor 69 Tahun 2009, standar biaya operasi nonpersonalia adalah standar biaya yang diperlukan untuk membiayai kegiatan operasi nonpersonalia selama 1 (satu) tahun sebagai bagian dari keseluruhan dana pendidikan agar satuan pendidikan dapat melakukan kegiatan pendidikan secara teratur dan berkelanjutan sesuai Standar Nasional Pendidikan. BOS adalah program pemerintah yang pada dasarnya adalah untuk penyediaan pendanaan biaya operasi nonpersonalia bagi satuan pendidikan dasar sebagai pelaksana program wajib belajar.

Biaya Satuan pendidikan (BSP) adalah besarnya biaya yang diperlukan rata-rata tiap siswa tiap tahun, sehingga mampu menunjang proses belajar mengajar sesuai dengan standar pelayanan yang telah ditetap.kan. Dari cara penggunaaannya, BPS dibedakan menjadi BSP investasi dan BSP Operasional.

BSP investasi adalah biaya yang dikeluarkan setiap siswa dalam satu tahun untuk pembiayaan sumber daya yang tidak habais pakai dalam waktu lebih dari satu tahun , seperti pengadaan tanah, bangunan, buku,alat peraga, media, perabot dan alat kantor. Sedangkan BSP operasional adalah biaya yang dikeluarkan setiap siswa dalam 1 tahun untuk pembiayaan sumber daya pendidikan yang habis pakai dalam 1 tahun atau kurang. BSP operasional mencakup biaya personil dan biaya non personail. Biaya personil meliputi biaya untuk kesejahteraan (honor kelebihan jam mengajar (KJM), Guru tidak tetap (GTT), Pegawai Tidak tetap (PTT), uang lembur dan pengembangan profesi guru (Pendidikan dan Latihan Guru, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS), Kelompok Kerja Guru (KKG) dan lain-lain. Biaya non personil adalah biaya untuk menunjang kegiatan belajar mengajar, evaluasi atau penilaian, perawatan/pemeliharaan, daya dan jasa, pemberian kesiswaan, rumah tangga sekolah dan supervisi. Selain dari biaya-biaya tersebut, masih terdapat jenis biaya personil yang ditanggung oleh peserta didik, misalnya biaya transoprtasi, konsumsi, seragam, alat tulis, kesehatan, dan sebagainya.

Bantuan Operasional Sekolah (BOS) secara konsep mencakup komponen untuk biaya operasional non personil hasil studi badan penelitian dan pengembangan, Departemen pendidikan Nasional (Balitbang Depdiknas). Namun karena biaya satuan yang digunakan adalah rata-rata nasional, maka penggunaan BOS dimungkinkan untuk membiayai beberapa kegatan lain yang tergolong dalam biaya personil dan biaya investasi. 

Oleh karena keterbatasan dana BOS dari Pemerintah Pusat, maka biaya untuk investasi sekolah/madrasah/ponpes dan kesejahteraan guru harus dibiayai dari sumber lain dengan prioritas utama dari sumber pemerintah, pemerintah daerah dan selanjutnya dari partisipasi masyarakat yang mampu. 

Tujuan Diberikannya Dana BOS

Kebijakan Pembangunan pendidikan dalam kurun waktu 2004-2009 diprioritaskan pada peningkatan akses masyarakat terhadap pendidikan dasar yang lebih berkualitas melalui peningkatan pelaksanaan wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun dan pemberian akses yang lebih besar kepada kelompok masyarakat yang selama ini kurang dapat menjangkau layanan pendidikan dasar.

Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) beberapa tahun terakhir ini yang juga diikuti oleh kenaikan harga bahan pokok lainnya, akan menurunkan daya beli penduduk miskin. Hal ini pada gilirannya akan berdampak terhadap upaya penuntasan Program Wajib Belajar Pendidikan dasar 9 Tahun, karena masyarakat miskin akan semakin sulit memenuhi kebutuhan biaya pendidikan.

Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional mengamanatkan bahwa setiap warga negara yang berusia 7 -15 tahun 12wajib mengikuti pendidikan dasar. Konsekuensi dari amanat undang-undang tersebut, maka Pemerintah wajib memberikan layanan pendidikan bagi seluruh peserta didik pada tingkat pendidikan dasar (SD/MI dan SMP/MTs serta seluruh satuan pendidikan sederajat.

Salah satu indikator penuntasan Wajib belajar 9 tahun diukur dengan Angka Partisipasi Kasar (APK). Pada tahun 2005, APK tingkat SMP sebesar 85,22% dan pada akhir tahun 2006 telah menapai 88,68%. Target penuntasan wajib belajar 9 tahun harus diapai pada tahun 2008/1009 dengan APK minimum 95%. Dengan demikian, pada saat ini masih ada sekitar 1,5 juta anak usia 13-15 tahun yang masih belum mendapatkan layanan pendidikan dasar (Depdiknas, Departemen Agama, 2007). Dengan adanya pengurangan subsidi bahan bakar minyak, amanat undang-undang dan upaya percepatan penuntasan wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun yang bermutu, sejak tahun 2005 Pemerintah memprogramkan pemberian Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Program pemberian Bantuan Operasional Sekolah ini bertujuan untuk membebaskan biaya pendidikan bagi siswa tidak mampu dan meringankan bagi siswa yang lain, agar mereka memperoleh layanan pendidikan dasar yang lebih bermutu sampai tamat dalam rangka penuntasan wajib belajar 9 tahun.

Secara umum Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bertujuan untuk membebaskan biaya pendidikan bagi siswa tidak mampu dan meringankan bagi siswa lain, agar mereka memperoleh layanan pendidikan dasar yang lebih bermutu sampai tamat dalam rangka penuntasan Wajib belajar 9 Tahun

Secara khusus program BOS bertujuan untuk:

  • Membebaskan pungutan bagi seluruh siswa SD negeri dan SMP negeri terhadap biaya operasi sekolah, kecuali pada rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) dan sekolah bertaraf internasional (SBI);
  • Membebaskan pungutan seluruh siswa miskin dari seluruh pungutan dalam bentuk apapun, baik di sekolah negeri maupun swasta;
  • Meringankan beban biaya operasi sekolah bagi siswa di sekolah swasta.

Biaya Operasional Sekolah (BOP)

Pengertian dan Tujuan Biaya Operasional Pendidikan (BOP)
Biaya Operasional Pendidikan yang selanjutnya disingkat BOP adalah Alokasi dana yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta yang digunakan untuk tambahan biaya operasional non personalia dan honorarium pendidik non PNS bagi satuan pendidik sebagai pelaksana program wajib belajar 12 tahun.

Tujuan Pemberian BOP

Tujuan umum pemberian BOP adalah untuk meringankan beban masyarakat terhadap penyediaan biaya pendidikan selain biaya pribadi peserta didik dalam rangka wajib belajar 12 tahun yang bermutu.
  • Biaya Pribadi Peserta Didik sebagaimana dimaksud diatas meliputi:
  • Peralatan dan perlengkapan sekolah, antara lain pakaian sekolah, sepatu, tas, alat-alat tulis;
  • Transportasi peserta didik; dan
  • Uang saku peserta didik.
Tujuan Khusus Program BOP adalah untuk:
a. membebaskan seluruh siswa jenjang pendidikan dasar dan menengah dan segala bentuk pungutan, termasuk untuk biaya kegiatan ekstrakurikuler;
b. meningkatkan kinerja tenaga pendidik dan kependidikan;
d. melengkapi kebutuhan untuk kegiatan belajar mengajar;
e. memelihara sarana dan prasarana pendidikan; dan
f. meningkatkan pengelolaan administrasi satuan pendidikan.

Bantuan Khusus Murid (BKM)

Pengertian Bantuan Khusus Murid (BKM)

Program BKM adalah pemberian bantuan bagi murid / siswadari keluarga kaurang atau tidak mampu untuk memenuhikebutuhan masyarakat akan layanan pendidikan jenjangsekolah menengah atas dan sederajat, yaitu SMA, SMK, MA,dan SMLB.

Program BKM dilatarbelakangi denganadanya peningkatanharga bahan bakar minyak (BBM) diakibatkan oleh ditariknyasebagian subsidi pemerintah untuk BBM. Sebagai akibat dari naiknyaharga BBM tersebut, diperkirakan akan menambah beban masyarakat,terutama masyarakat miskin. Dalam bidang pendidikan, para orang tuaakan mengalami kesulitan dalam membiayai pendidikan anaknya. Atasdasar pertimbangan tersebut, pemerintah sejak tahun 2001mengalihkan sebagiand ari subsidi BBM tersebut untuk membantumurid dari keluarga kurang mampu melalui Program KompensasiPengurangan Subsidi (PKPS) BBM bidang pendidikan, dalam bentukBantuan Khusus Murid (BKM). Bantuan untuk murid di bawahdepartemen pendidikan nasional diintegrasikan melalui progranjaringan pengaman sosial (JPS) beasiswa dan DBO.

Tujuan BKM

Mengingat bahwa sasaran program BKM adalah siswa kurang / tidak mampu pada jenjang pendidikan SLA dan sederajat, maka tujuan program BKM diberikan adalah sebabagi berikut ;

1) Secara umum, program BKM bertujuan mengurangi dampak buruk dalam bidang pendidikan akibat ditariknya subsidi BBM
2) Secara khusus, program BKM ini bertujuan agar murid madrasah ditingkat dasar dan menengah, yang berasal dari keluarga kurang /tidak mampu dapat membiayai keperluan sekolahnya, sehingga :

a) Murid tidak putus sekolah akibat kesulitan ekonomi sebagaidampak kenaikan BBM
b) Murid mempunyai kesempatan yang lebih besar untuk terussekolah dan melanjutkan pendidikan kenjenjang berikutnya
c) Murid, khususnya perempuan, dapat menyelesaikan pendidikansekurang-kurangnya sampai dengan jenjang sekolah lanjutan tingkat pertama.

Dalam buku petunjuk pelaksanaan BKM untuk SMA / SMK, MA, SMLB, dijelaskan bahwa tujuan dari program BKM antara lain :
  • Membantu siswa untuk memenuhi kebutuhan sekolah selama duduk di bangku sekolah
  • Mencegah siswa dari kemungkinan putus sekolah akibat kesulitan ekonomi
  • Memberi peluang dan kesempatan yang lebih besar kepada siswa untuk terus bersekolah hingga menyelesaikan pendidikan SMA / SMK/MA / SMLB
  • Membantu kelancaran program sekolah.

c. Persyaratan Penerimaan BKM

Persyaratan dari penerima BKM ada dua yaitu persyaratan murid penerima BKM dan persyaratan sekolah peserta program BKM.

1) Persyaratan murid penerima BKM

  • Penerima BKM adalah murid SMA/SMK/MA/SMLB negeri dan swasta kelas 1 sampai kelas 3 dari lembaga kurang mampu atau tidak mampu secara ekonomi yang :
  • Terancam putus sekolah atau baru putus sekolah pada tahun sebelumnya karena kesulitan ekonomi;
  • Tidak sedang menerima beasiswa dari sumber lain
2) Persyaratan sekolah peserta program BKM

Persyaratan bagi sekolah yang menerima BKM diantaranya adalah :
  • Bukan sekolah mahal
  • Sekolah mahal yaitu sekolah yang tidak mempunyai murid yang berasal dari keluarga kurang/tidak mampu. Klasifikasi sekolah mahal ditentukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota sesuai standar daerah masing-masing
  • Memiliki izin operasional
Setelah yang memiliki surat izin operasional/kelembagaan yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan untuk sekolah umum atau piagam penyelenggaraan pendidikan dari Departemen Agama untuk madrasah. Sedangkan khusus untuk sekolah swasta diharuskan memiliki izin operasional, yaitu sekolah swasta dengan status minimal terdaftar (memiliki SK dari instansi yang berwenang).

BADAN HUKUM PENDIDIKAN (BHP)

Badan hukum pendidikan (disingkat BHP) merupakan suatu bentuk badan hukum lembaga pendidikan formal di Indonesia yang berbasis pada otonomi dan nirlaba. BHP dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2009 tentang Badan Hukum Pendidikan yang disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada tanggal 17 Desember 2008. Bagi pendidikan tinggi, BHP merupakan perluasan dari status badan hukum milik negara (BHMN) yang dianggap cenderung sangat komersil dalam penyelenggaraannya. Pada tahun 2010, bentuk BHP telah dihapuskan sesuai dengan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 11-14-21-126-136/PUU-VII/2009 tanggal 31 Maret 2010 yang membatalkan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2009.

BHP sejak awal mendapat tantangan keras dari kalangan terutama dari kalangan ahli pendidikan dengan isu neo liberasasi yang bisa menghilangkan kewajiban pemerintah sebagai penanggungjawab untuk mencerdaskan bangsa dengan menyediakan fasilitas pendidikan berkualitas. Dikuatirkan privatisasi akan menghambat akan membuat lembaga pendidikan dikelola sebagai perusahaan yang akan berusaha mencari keuntungan sebesar mungkin dan berdampak pada terhambatnya akses pendidikan berkualitas oleh masyarakat berekonomi lemah. Dari kalangan pendidikan swasta, BHP ditentang karena alasan kepemilikan, dimana pemilik yayasan tidak lagi dapat berfungsi sebagai pemegang kekuasaan tertinggi dalam lembaga pendidikan mereka, melainkan organ representasi pemangku kepentingan yang lazim disebut Majelis Wali Amanah.Besarnya kekuatiran akan dampak negatif dari BHP bagi pendidikan nasional menyebabkan proses pembahasan di DPR berjalan lambat sekitar empat tahun.

UU BHP kini tepatnya tanggal 31 Maret 2010, telah dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia dalam perkara yang diajukan oleh Aep, Cs dalam perkara Nomor 11/VII-PUU/2009 dengan Gatot Goei, SH sebagai salah satu kuasa di antara kuasa hukum dalam perkara lainnya. Alasan Mahkamah Konstitusi membatalkan UU BHP adalah karena secara yuridis UU BHP tidak sejalan dengan UU lainnya dan subtansi yang saling bertabrakan. kedua UU BHP tidak memberikan dampak apapun terhadap peningkatan kualitas peserta didik dan ketiga UU BHP melakukan penyeragaman terhadap nilai-nilai kebhinekaan yang dimiliki oleh badan hukum pendidikan yang telah berdiri lama di Indonesia, seperti yayasn, perkumpulan, badan wakaf dan lain-lain. Oleh karena itu UU BHP bertentangan dengan UUD 1945 dan batal demi hukum.

BADAN LAYANAN UMUM PENDIDIKAN

Pengertian Badan Layanan Umum (BLU) menurut Peraturan Pemerintah nomor 23 tahun 2005 Pasal 1 adalah instansi di lingkungan Pemerintah yang dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa penyediaan barang dan/atau jasa yang dijual tanpa mengutamakan mencari keuntungan dan dalam melakukan kegiatannya didasarkan pada prinsip efisiensi dan produktivitas.

Satker BLU dapat memiliki fleksibilitas dalam hal pengelolaan keuangan yang berbeda dengan instansi biasanya (Non BLU) berdasarkan prinsip ekonomi dan produktivitas, dan penerapan praktek bisnis yang sehat (Ps 2 PP 23/2005). Berikut beberapa hal terkait dengan fleksibilitas yang diberikan kepada satker BLU yaitu :
  • Pendapatan dapat digunakan langsung, tanpa terlebih dahulu disetorkan ke Kas Negara.
  • Belanja menggunakan pola anggaran fleksibel dengan ambang batas tertentu.
  • Dapat mengelola kas BLU untuk memanfaatkan idle cash BLU yang hasilnya menjadi pendapatan BLU.
  • Dapat memberikan piutang usaha maupun menghapus piutang sampai batas tertentu.
  • Dapat melakukan utang sesuai jenjang dengan tanggung jawab pelunasan berada pada BLU.
  • Dapat melakukan investasi jangka panjang dengan seijin Menteri Keuangan.
  • Dapat dikecualikan dari aturan umum pengadaan barang/jasa dan dapat mengalihkan barang inventaris.
  • Dapat diberikan remunerasi sesuai tingkat tanggung jawab dan profesionalisme.
  • Surplus dapat digunakan untuk tahun berikutnya dan defisit dapat dimintakan dari APBN untuk Public Service Obligation (PSO).
  • Pegawai dapat terdiri dari PNS dan profesional non PNS.
  • Pengaturan organisasi dan nomenklatur diserahkan kepada Kementerian/Lembaga dan BLU yang bersangkutan dengan seijin Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara.
Salah satu dari instansi pemerintah yang tugas pokok dan fungsinya memberi pelayanan kepada masyarakat adalah instansi pendidikan tinggi / perguruan tinggi negeri. Beberapa Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang telah mapan, sedikit demi sedikit berusaha melepaskan diri dari ketergantungannya kepada pemerintah. Oleh karena itu, keluarlah peraturan pemerintah seperti Badan Hukum Milik Negara (BHMN), Badan Hukum Pendidikan Milik Negara (BHPMN), dan Badan Layanan Umum (BLU). Keluarnya peraturan-peraturan ini disambut baik oleh beberapa Perguruan Tinggi Negeri yang mapan tersebut, sebagai langkah awal untuk menjadi Perguruan Tinggi Negeri yang mandiri, pemerintah memberlakukan beberapa organisasi Perguruan Tinggi Negeri sebagai Badan Layanan Umum hingga mendorong Perguruan Tinggi Negeri untuk melakukan pembangunan sistem informasi akuntansi baru.

Pengelolaan kekayaan negara melalui badan layanan umum diawali ketika negara Indonesia mengadopsi pemikiran New Public Management (NPM). Pemikiran ini merupakan wujud dari reformasi keuangan negara yang mulai bergulir sejak akhir tahun 2003. Reformasi keuangan ini ditandai dengan dikeluarkannya tiga paket peraturan keuangan negara yang baru, yaitu UU No. 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara, Undang-Undang No.1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara, dan UU No.15 Tahun 2005 tentang Pemeriksaan Keuangan Negara. Reformasi keuangan juga dilaksanakan oleh perguruan tinggi negeri. Bila dikaitkan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, fokus kegiatan dalam penerapan pengelolaan keuangan lebih diarahkan kepada pendidikan dan penelitian serta pengabdian pada masyarakat. Meski demikian, bukan tidak mungkin bila suatu saat kegiatan pengabdian masyarakat dikembangkan sedemikian rupa sehingga menumbuhkan industri, yang pada akhirnya dapat menyejahterakan masyarakat. Pengelolaan kekayaan negara oleh perguruan tinggi negeri sebagai badan layanan umum dalam pengembangan pendidikan dan perekonomian indonesia pada prinsipnya dapat terlaksana apabila Perguruan tinggi negeri yang bersangkutan mampu menerapkan pengelolaan keuangan dengan profesionalitas, akuntabilitas dan transparansi.

Senin, 09 Juni 2014

PERILAKU KONSUMEN

Setiap konsumen punya alasan mengapa mereka berperilaku tertentu. Misalnya, konsumen mengkritik brosur perusahaan karena konsumen tahu bahwa terdapat kekeliruan pada brosurnya. Contoh lainnya adalah konsumen membeli barang2 atau jasa karena alasan tertentu, misalnya untuk diberikan sebagai hadiah, atau untuk dipajang, untuk digunakan, atau bahkan hanya untuk menunjukkan bahwa mereka bisa membeli barang tersebut.

Perilaku konsumen berkaitan dengan proses pengambilan keputusan dan aktivitas individu secara fisik yang dilibatkan dalam proses mengevaluasi, memperoleh, menggunakan atau dapat mempergunakan barang-barang dan jasa.

James F. Engel : tindakan-tindakan individu yang secara langsung terlibat dalam usaha memperoleh dan menggunakan barang-barang jasa ekonomis termasuk proses pengambilan keputusan yang mendahului dan menentukan tindakan-tindakan tersebut

Gerald Zaltman Melanie Wallendorf : tindakan-tindakan, proses, dan hubungan social yang dilakukan individu, kelompok, dan organisasi dalam mendapatkan, menggunakan suatu produk atau lainnya sebagai suatu akibat dari pengalamannya dengan produk pelayanan, dan sumber-sumber lainnya.

Disimpulkan bahwa : perilaku konsumen merupakan tindakan-tindakan yang dilakukan oleh individu, kelompok atau organisasi yang berhubungan dengan proses pengambilan keputusan dalam mendapatkan, menggunakan barang-barang atau jasa ekonomis yang dapat dipengaruhi oleh lingkungan.
Secara umum, Kebutuhan konsumen adalah hal utama yang menentukan perilaku konsumen.

Hirarki kebutuhan Abraham Maslow:

  1. Kebutuhan fisiologis, yaitu kebutuhan untuk makan, minum, perlindungan fisik, bernafas, seksual. Kebutuhan ini merupakan kebutuhan tingkat terendah atau disebut pula sebagai kebutuhan yang paling dasar.
  2. Kebutuhan akan rasa aman, yaitu kebutuhan akan perlindungan dari ancaman, bahaya, pertentangan, dan lingkungan hidup.
  3. Kebutuhan untuk rasa memiliki, yaitu kebutuhan untuk diterima oleh kelompok, berafiliasi, beriteraksi,dan kebutuhan untuk mencintai dan dicintai.
  4. Kebutuhan akan harga diri, yaitu kebutuhan untuk dihormati dan dihargai oleh orang lain.
  5. Kebutuhan untuk mengaktualisasikan diri, yaitu kebutuhan untuk menggunakan kemampuan, skill, dan potensi. Kemampuan untuk berpendapat dengan mengemukakan ide-ide memberi penilaian dan kritik terhadap sesuatu.
Menurut maslow, orang akan mengejar tingkatan kebutuhan selanjutnya ketika kebutuhan yang sebelumnya telah terpenuhi.

Kebutuhan menurut David McClelland:

Tiga macam kebutuhan manusia :
  1. Need for achievement : kebutuhan untuk mendapat pencapaian2
  2. Need for affiliation : kebutuhan untuk memiliki teman dalam kegiatannya
  3. Need for power : kebutuhan akan kekuasaan


MOTIF DAN MOTIVASI

Abraham Sperling
Motif didefinisikan sebagai suatu kecenderungan untuk berativitas, dimulai dari dorongan dalam diri (drive) dan diakhiri dengan penyesuaian diri.

William J. Stanton
Suatu motif adalah kebutuhan yang distimulisi yang dicari oleh individu yang berorientasi pada rujukan untuk mencapai rasa puas.

Fillmore H. Stanford
Motivasi sebagai suatu kondisi yang menggerakan manusia kearah suatu tujuan tertentu

Teori-teori Motivasi :


1. Teori Insting :Insting merupakan bentuk perilaku yang tidak dipelajari dan sudah dalam bentuk dasar biologis / panggilan dari dalam diri yang bersifat bawaaan sejak manusia itu lahir. William Mc. Dougal adalah salah satu penganut dari teori insting ini. Berdasarkan teori ini semua pikiran dan perilaku kita merupakan hasil dari naluri yang diwariskan. Setiap orang mempunyai insting untuk belajar, mengingat, dan berperilaku. Contoh dari insting seseorang adalah mempertahankan diri.

2. Teori Drive : Drive merupakan sebuah dorongan/energi berperilaku untuk memenuhi kebutuhan tertentu. Sebuah keadaan tergugah yang terjadi karena adanya kebutuhan fisiologis. Individu akan mengupayakan untuk mencapai kebutuhan tertentu. Berdasar teori ini organisme berusaha mengurangi dorongan tersebut dengan berbuat sesuatu untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Disinilah timbul motivasi. Semua perilaku yang dilakukan pada teori drive-reduction ini bertujuan untuk menurunkan/mengurangi ketegangan yang terjadi. Ketegangan disini maksudnya adalah keadaan kekurangan sesuatu yang memberi energi untuk menghilangkan atau mengurangi keadaan kekuangan ini. Contohnya, kebutuhuan akan air, manusia akan mengurangi kebutuhan perasaan akan hausnya akan dengan minum air. Tujuan pengurangan dorongan ini adalah homoestatis, kecenderungan tubuh untuk mempertahankan keadaan yang seimbang dan tenang. Teori ini dibedakan menjadi 2 dorongan, yakni : 
  • Primary drive : biological need (lapar, haus, sex).
  • Secondary drive : drive yg bukan biological need (ex: need for achievement).
3. Teori Lapangan : perilaku merupakan suatu fungsi dari lapangan pada momen waktu. Perilaku itu merupakan fungsi dari seseorang dengan lingkungannya. Perilaku manusia di analogikan seperti air dalam freezer. Ketika air dimasukkan kedalam freezer, air membeku. Namun ketika dikeluarkan dari freezer, air kembali mencair.

4. Teori Prestasi dan Motif-Motif Sosial : Dalam teori ini dalam diri individu ada sesuatu yang membuatnya untuk bergerak atau melakukan sesuatu. Memunculkan stimulus dan mempertahankannya pada level tertentu, yakni pada level kenikmatan agar dapat menerima efek/hasil. Pada teori ini seseorang termotivasi yakni dengan melakukan perilaku dengan mempertahankan stimulus yang diterimanya agar dapat berada di lingkungan dan sesuai kondisinya. 
Dari teori ini muncul prinsip hukum Yerkes-Donson Law, yaitu level tertentu dari munculnya motivasi menghasilkan tugas-tugas performanceyang optimal. Berdasarkan teori ini seseorang akan mencoba mempertahankan stimulasi dan aktivitas pada level tertentu,meningkatkan dan menurunkannya jika diperlukan.

FAKTOR FAKTOR YANG MEMPRENGARUHI PERILAKU KONSUMEN

  1. Kekuatan social budaya
  2. Kekuatan factor psikologis
  3. Factor sikap dan keyakinan
  4. Konsep diri


"Total fitur & karakteristik suatu produk atau jasa yang dapat mempengaruhi kemampuan produk untuk memuaskan keinginan pelanggan sesuai kebutuhan."

TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM)
Kegiatan yang menyeluruh dalam suatu organisasi & secara terus menerus selalu memperbaiki kualitas dari semua aktivitas yang ada dalam organisasi.

  1. Proses produksi
  2. Kemampuan produk
  3. Layanan konsumen
  4. System & manajemen
  5. Teknologi & informasi
  6. Responsive keluhan pelanggan
  7. Jaringan komunikasi

Konsep TQM :
  1. Berfokus pada pemuasan pelanggan
  2. Melakukan perbaikan berkesinambungan
  3. Melibatkan seluruh potensi organisasi/sumber daya
  4. Konsep Kegiatan TQM
  5. Sistem Keluhan dan saran
  6. Berorientasi pelanggan
  7. Menampung saran & keluhan pelanggan
  8. Komunikasi dua arah secara cepat

Survey Kepuasan Pelanggan

  1. Survey kepuasan konsumen secara berkala
  2. Meneliti kepuasan secara langsung
  3. Merespon keinginan pelanggan
  4. Belanja konsumen yang misterius
  5. Mengkaji kelemahan produk pesaing
  6. Menguji kelebihan layanan pesaing
  7. Menggali informasi pesaing di lapangan
  8. Analisis hilangnya pelanggan
  9. Menghubungi pelanggan yang berhenti
  10. Menggali alasan pelanggan berhenti
  11. Memantau hilangnya pelanggan


ETIKA PEMASARAN
Beberapa uraian mengenai kode etik:

  1. Tanggung jawab Pemasar
  2. Tingkah Laku Profesional Pemasar (Pedomannya)
  3. Kejujuran dan keadilan
  4. Hak dan kewajiban pihak-pihak dalam proses pertukaran pemasaran

TANGGUNG JAWAB PEMASAR :
  1. Dalam bidang promosi
  2. Dalam bidang distribusi. Harus tepat waktu, sesuai dengan perjanjian sebelumnya. Kompensasi atas keterlambatan.
  3. Dalam penetapan harga.
  4. Dalam bidang riset pemasaran. Data riset harus valid, dan reliable.
  5. Dalam hubungan organisasional. Jangan sampai ada agen ganda ; menjual barang dari perusahaan, tapi menjual produk dari pesaing juga.

PRINSIP KEBIJAKAN PUBLIK TERHADAP PEMASARAN
  1. Prinsip kebebasan konsumen dan produsen
  2. Prindip mengendalikan bahaya potensial
  3. Prinsip memenuhi kebutuhan dasar
  4. Prinsip efisiensi ekonomis
  5. Prinsip inovasi
  6. Prinsip pendidikan dan informasi konsumen
  7. Prinsip perlindungan konsumen

Rabu, 21 Mei 2014

Mengelola dan Mengembangkan Program Iklan

KOMUNIKASI PEMASARAN DAN MANAJEMEN IKLAN
Komunikasi Pemasaran / Marketing Communication adalah sebuah sarana bagi perusahaan untuk menginformasikan, mengingatkan, atau bahkan membujuk konsumen baik secara langsung maupun tidak langsung mengenai produk yang mereka tawarkan. Komunikasi pemasaran berfungsi sebagai pemberi informasi kepada konsumen mengenai sebuah produk, bagaimana produk tersebut digunakan atau diambil manfaatnya, mengapa konsumen perlu menggunakan produk tersebut, dan hal lainnya. dengan komunikasi pemasaran, sebuah merek produk yang dimiliki perusahaan akan meningkat citranya dan mendorong angka penjualan dan dapat mempengaruhi nilai saham pada akhirnya.


Mengembangkan dan mengelola Program Iklan

iklan adalah semua bentuk terbayar atas presentasi non pribadi dan promosi ide, barang atau jasa oleh sponsor yang jelas. Dalam sumber lain (Baca : wikipedia) disebutkan bahwa iklan adalah struktur informasi dan susunan komunikasi non personal yang dibiayai dan bersifat persuasif dan promosi tentang produk, jasa atau ide oleh sponsor yang teridentifikasi melalui berbagai macam media
Dalam mengembangkan proram iklan, manajer perusahaan harus selalu mulai dengan mengidentifikasi pasar sasaran dan motif pembeli, lalu menggunakan lima keputusan utama (5 M). 

5 M yang dimaksudkan adalah :

1. Mission (Misi atau Tujuan)
  • Tujuan Penjualan (apakah untuk meningkatkan omzet penjualan atau hanya untuk mempertahankan penjualan)
  • Tujuan Iklan (hanya untuk informasi kepada konsumen? atau mempengaruhi konsumen untuk melakukan sesuatu ; membeli, dll)


2. Monetary / Money (Keuangan / Uang)

Faktor yang perlu diperhatikan dan dipertimbangkan dalam item ini adalah:

a. Tahap-tahap dalam PLC
b. Basis konsumen dan pangsa pasar
c. Persaingan dan kerumunan (Crowd)
d. Frekuensi iklan (asumsinya adalah, semakin sering iklan diputar di media, maka masyarakat akan semakin mengingat pesan yang terkandung di dalam iklan tersebut)
e. Kemampuan penggantian produk


3. Message (Pesan)

tahap dalam message ini adalah sebagai berikut:

  • Pembentukan pesan (apa isi pesan yang diinginkan?)
  • Evaluasi dan pemilihan pesan (evaluasi isi pesan yang dibentuk sebelumnya)
  • Pelaksanaan Pesan (bagaimana cara menyampaikan pesan tersebut? siapa yang perlu menyampaikannya; inilah sebabnya beberapa produk memiliki kelekatan dengan beberapa tokoh tertentu. contoh: Hxnda Vxrio lekat dengan figur Agnxs Monxca)
  • Review tanggung jawab sosial (jangan sampai iklan yang dihasilkan memiliki kapasitas menipu konsumen)

4. Media (Media)
  • Jangkauan (apakah jangkauannya lokal, nasional, atau bahkan internasional?), frekuensi (seberapa sering media digunakan untuk beriklan? berapa sering iklan perlu diputarkan di media?), dampak (positif / negatif?)
  • Jenis media utama (beberapa produk lebih tepat diiklankan di televisi, beberapa produk lain perlu diiklankan di media cetak, beberapa lainnya di radio, internet, dll)
  • Sarana media khusus (apakah perlu mengiklankan di beberapa media? atau menggunakan media ganda dengan pengkhususan di media tertentu?)
  • Penetapan waktu media (kapankah iklan diputarkan di media? sesuai dengan pasar yang diinginkan.)
  • Alokasi media geografis (sesuai dengan jangkauan, alokasi media geografis memperhatikan kapasitas media tertentu dalam 'orbital track'nya. apakah media tersebut diterbitkan dalam skala nasional? atau hanya lokal? atau bahkan hanya skala lembaga seperti kampus, dll?)


5. Measurement (Pengukuran)
  • Dampak komunikasi?
  • Dampak Penjualan?



Mengelola dan Mengembangkan Program Iklan
a. Menentukan Tujuan

Tujuan iklan merupakan suatu tugas komunikasi tertentu dan tingkat pencapaiannya harus diperoleh pada audiens tertentu dalam kurun waktu yang ditentukan. Tujuan iklan dapat digolongkan menurut sasarannya, yaitu:

1. Iklan Informatif 
Dimaksudkan untuk menciptakan kesadaran dan pengetahuan tentang produk baru atau ciri baru produk yang sudah ada.

2. Iklan Persuasif
Dimaksudkan untuk menciptakan perasaan suka atau senang, preferensi, keyakinan, dan pembelian sebuah produk baik berupa barang maupun jasa.

3. Iklan Pengingat
Dimaksudkan untuk merangsang pembelian kembali produk baik barang maupun jasa yang pernah dibeli sebelumnya oleh konsumen.

4. Iklan Penguatan
Dimaksudkan untuk meyakinkan pembeli bahwa pilihan mereka dalam membeli barang tersebut adalah sebuah pilihan cerdas.


b. Memutuskan Anggaran Iklan

Iklan seringkali dianggap sebagai pengeluaran lancar dalam perusahaan. namun disamping itu, baik disadari maupun tidak, iklan adalah sebuah bentuk investasi yang dapat menambah aktiva tidak berwujud yang disebut dengan ekuitas merek. ada lima faktor yang harus dipertimbangkan dalam memutuskan anggaran iklan:

1. Tahap dalam siklus hidup produk
produk baru biasanya mendapatkan anggaran iklan yang lebih besar. Hal ini dimaksudkan agar produk tersebut mampu membangun kesadaran dan mengupayakan pelanggan untuk mencoba produk tersebut. Merek-merek yang sudah memiliki image baik, biasanya memiliki anggaran iklan yang lebih rendah, karena angka penjualan produk tersebut dinilai tidak akan merosot terlalu jauh tanpa adanya iklan yang mendukung penjualannya.

2. Pangsa Pasar dan Basis Konsumen
untuk memperbesar pangsa pasar dengan meningkatkan ukuran pasar, diperlukan pengeluaran yang lebih besar. akan lebih mudah menjangkau konsumen sebuah merek yang telah digunakan secara luas daripada menjangkau konsumen merek berpangsa kecil.

3. Persaingan dan gangguan.
Dalam pasar yang memiliki pesaing yang berjumlah besar dan pengeluaran iklan yang tinggi, sebuah merek perlu diiklankan secara besar-besaran agar dapat 'terdengar' oleh konsumen. gangguan yang sederhana pun yang datang dari iklan yang tidak langsung bersaing dengan produk tersebut akan menyebabkan turunnya pamor merek produk tersebut sehingga kebutuhan iklannya menjadi lebih besar.

4. Frekuensi Iklan
Jumlah pengulangan yang diperlukan untuk menyampaikan pesan dari merek produk tertentu kepada konsumen memiliki dampak penting terhadap anggaran iklan. Secara logika sederhana; semakin tinggi frekuensi yang diperlukan, semakin tinggi anggaran yang dibutuhkan.

5. Daya substitusi produk.
Merek produk dalam kelas komoditas memerlukan iklan yang lebih besar untuk membangun citra yang berbeda (contoh komoditas adalah : rokok, bir, minuman ringan). Iklan juga berperan penting terhadap sebuah merek produk jika merek tersebut menawarkan manfaat atau ciri fisik yang unik.


c. Mengembangkan Kampanye Iklan

Untuk mengembangkan satu strategi pesan, para pengiklan menempuh tiga langkah; Pembentukan dan evaluasi pesan, pengembangan dan pelaksanaan yang kreatif, dan tinjauan tanggung jawab hukum dan sosial.

1. Pembentukan & evaluasi pesan
Pengiklan selalu mencari "ide hebat" yang memiliki sifat :
  • Menghubungkan merk dan konsumen secara rasional dan emosional
  • Membedakan dengan tajam merek yang dimiliki dari merek pesaing
  • Cukup luas dan fleksibel untuk diterjemahkan ke dalam berbagai media, pasar, dan periode waktu.
2. Pengembangan dan pelaksanaan yang kreatif
dampak iklan tergantung tidak hanya pada apa yang dikatakan, namun lebih sering kepada bagaimana sesuatu tersebut dikatakan. Dalam hal ini, biasanya pengiklan menyiapkan pernyataan berupa strategi teks atau copy strategy statement yang menjelaskan tujuan, isi, dukungan, dan nada iklan yang diinginkan.
  • Iklan televisi, dikenal sebagai media paling kuat dan jangkauan spektrum konsumen yang luas dengan menunjukkan secara langsung atribut-atribut produk dan penjelasan yang persuasif mengenai manfaat produk yang berhubungan dengan konsumen.
  • Iklan media cetak, dapat memberikan informasi yang lebih rinci dan mengkomunikasikan dengan lebih efektif.
  • Iklan radio, memiliki fleksibilitas tinggi karena pengiklan tidak perlu selalu melakukan rekaman untuk iklan tertentu. Penyiar dengan segala kreativitasnya dapat membantu mempromosikan produk.
3. Tinjauan tanggung jawab hukum dan sosial
Pengiklan dan agen-agen periklanan harus memastikan bahwa iklan yang dihasilkan tidak melampaui norma-norma sosial dan hukum. Secara sosial, pengiklan harus berhati-hati agar jangan sampai iklan yang dilakukan menyakiti hati kelompok-kelompok etnik, ras minoritas, dan kelompok kepentingan khusus tertentu. Secara hukum, pengiklan tidak boleh menghasilkan iklan yang memiliki kapasitasn menipu konsumen. Dalam hal ini, konsumen memiliki hak untuk menggugat iklan yang tidak sesuai dengan kenyataan yang ada dalam produk yang ditawarkan.

Menetapkan Media dan Mengukur Efektivitas
Setelah memilih pesannya, tugas pengiklan berikutnya adalah memilih media untuk menyampaikannya. Tahap-tahapnya adalah (1) memutuskan jangkauan yang diinginkan, frekwensi, dan dampaknya; (2) memilih di antara jenis-jenis media utama, memilih sarana media khusus; (3) memutuskan waktu media yang tepat dan memutuskan alokasi media secara geografis. Kemudian, (4) hasil keputusan-keputusan ini perlu dievaluasi.

1. Memutuskan jangkauan yang diinginkan, frekwensi, dan dampaknya
Pemilihan media adalah mencari media yang paling berbiaya efektif untuk menyampaikan jumlah dan jenis paparan yang diinginkan kepada audiens sasaran.

2. Memilih di antara jenis-jenis media utama
Perencana media harus mengetahui kemampuan jenis-jenis media utama untuk menghasilkan jangkauan, frekwensi, dan dampak.

3. Memutuskan waktu media yang tepat dan alokasi media secara geografis
Pengiklan perlu mengetahui karakter calon konsumennya dan karakter produk yang dijual. Dengan hal tersebut, pengiklan dapat dengan mudah memutuskan kapan iklan akan disajikan di media serta jangkauan media yang menjadi agen iklan dari produk tersebut. Hal ini diperlukan karena logikanya adalah : tidak mungkin orang di sekitar pegunungan membeli produk cetakan istana pasir untuk anak-anak. maka dari itu, perlu disesuaikan antara karakter produk dan konsumen yang membutuhkannya.

4. evaluasi hasil keputusan-keputusan
Langkah terakhir adalah evaluasi dari hasil keputusan yang telah diambil sebelumnya. Hal ini dimaksudkan agar iklan selanjutnya dapat dilakukan dengan lebih efektif dan efisien dari iklan-iklan yang telah dihasilkan sebelumnya.

Pilihan Iklan Alternatif / Alternatif Opsi Iklan
Lama sekali televisi menjadi medium yang dominan. Biaya iklan televisi telah naik lebih cepat dari pada biaya media lain. Banyak pemasar mencari media iklan alternatif

A. Place
Para pemasar memiliki asumsi bahwa lebih baik menjangkau orang di luar lingkungan tempat tinggalnya. misalnya, di tempat kerja, tempat bermain, nongkrong, dan tentu saja berbelanja. Dalam hal ini, terdapat beberapa pilihan yang tersedia dalam melakukan iklan, termasuk diantaranya adalah papan reklame, ruang publik, tempat produk, dan titik pembelian.

1. Papan Reklame / Billboards
Papan reklame sudah ditransformasikan selama bertahun-tahun dan sekarang menggunakan grafik yang diproduksi secara digital dan berwarna, dengan latar belakang suara, gerakan dan gambar yang luar biasa bahkan tiga dimensi.

2. Ruang Publik
Pengiklan memasng iklan cetak dan iklan tv tradisional di tempat yang tidak biasa seperti bioskop, penerbangan, dan ruang tunggu, juga ruang kelas, arena olahraga, kantor danelevator hotel, serta tempat-tempat umum lainnya.

3. Penempatan Produk
Penempatan produk dapat dikombinasikan dengan promosi khusus untuk mempublikasikan produk ikutan. Beberapa perusahaan mendapatkan penempatan produk tanpa biaya dengan memasok produk mereka kepada perusahaan film.


4. Pajangan dan Peragaan di Tempat Pembelian
Daya tarik dari iklan ini terletak dalam fakta bahwa sejumlah studi menunjukkan bahwa di banyak kategori produk, konsumen membuat banyak keputusan merek final mereka di toko.

Evaluasi Media Alternatif
Sekarang iklan dapat tampil secara virtual di mana saja. Keuntungan utama dari media non- tradisional adalah bahwa audiens yang sangat tepat dan mau tak mau harus mendengar karena sifat dari setting. Tantangan pada media non-tradisional adalahmenunjukkan jangkauannya dan efektivitasnya melalui riset independen yang dapat dipercaya.

Menyeleksi wahana spesifik
Dalam melakukan pilihan, perencana harus mengandalkan layanan pengukuran yang menyediakan perkiraan ukuran audiens, komposisi, dan biaya media. Ukuran audiens memiliki beberapa ukuran:

  • Sirkulasi. Jumlah unit fisik yang memuat iklan tersebut.
  • Audiens. Jumlah orang yang terpapar dengan sarana tersebut.
  • Audiens efektif. Jumlah orang yang mempunyai ciri-ciri audiens sasaran yang terpapar dengan sarana tersebut.
  • Audiens yang terpapar iklan secara efektif. Jumlah orang memenuhi ciri-ciri audiens sasaran yangbenar-benar melihat iklan tersebut.

Dalam meluncurkan produk baru, pengiklan harus memilih di antara kesinambungan, konsentrasi, kenaikan, dan keberdenyutan iklan;

  • Kesinambungan dicapai dengan menjadwalkan paparan secara merata sepanjang periode.
  • Konsentrasi memerlukan penggunaan semua dana iklan dalam satu periode.
  • Kenaikan berkala memerlukan iklan untuk suatu periode, diikuti masa kekosongan tanpa iklan, diikuti periode kedua kegiatan iklan.
  • Pola denyut (pulsing) adalah iklan yang berkesinambungan dnegan tingkat bobot rendah yang diperkuat secara berkala oleh kegiatan iklan yang lebih intensif dengan bobot yang lebih tinggi. contoh : iklan perusahaan semen merek X memiliki iklan awal yang berbunyi : "kira-kira, diantara mobil yang ada di jalanan indonesia, mobil manakah yang paling kuat untuk dibenturkan ke tembok ini?" lalu dilanjutkan dengan iklan selanjutnya yang lebih menjelaskan bahwa iklan tersebut adalah iklan semen X: "bagian depan mobil rusak parah, namun pengemudinya tetap selamat.. dan Temboknya masih tetap kuat!"

Mengevaluasi efektivitas iklan

Perencanaan dan pengendalian iklan yang baik bergantung pada pengukuran efektivitas iklan. Kebanyakan pengiklan mencoba mengukur efek komunikasi suatu iklan, maksudnya dampak potensial terhadap kesadaran, pengetahuan atau preferensi.

A. Riset dampak komunikasi.
Berupaya menentukan apakah suatu iklan berkomunikasi efektif. Ada tiga metode utama pra-pengujian iklan dengan cara menjawab pertanyaan-pertanyaan ini;

1. Apakah pesan utama yang anda dapatkan dari iklan ini?
2. Menurut anda, apa yang mereka inginkan anda ketahui, yakini atau lakukan.
3. Seberapa besar kemungkinan iklan ini akan mempengaruhi anda untuk melakukan tindakan yang disiratkan?
4. Apa saja yang berhasil dengan baik dan apa yang tidak berhasil dengan baik dalam iklan ini?
5. Bagaimana persaan anda tentang iklan ini?
6. Dimana tempat terbaik menjangkau anda dengan iklan ini?


B. Riset dampak penjualan

Dampak iklan pada penjualan umumnya lebih sulit diukur daripada dampak iklan pada komunikasinya. Pertanyaan umum yang diajukan untuk mengukur dampak penjualan adalah :

"apakah anda membeli produk ini karena melihat iklan?" atau
"darimana anda mengetahui produk ini?"

Promosi Penjualan
Promosi penjualan sebagai unsur utama dalam kampanye pemasaran adalah berbagai kumpulan alat insentif yang sebagian besar berjangka pendek, yang dirancang untuk merangsang pembelian produk atau jasa tertentu.


Tujuan
Promosi penjualan memungkinkan produsen menguji seberapa tinggi harga yang dpaat mereka kenakan, karena mereka selalu dapat melakukan diskon. Beberapa perusahaan menggunakan promosi untuk menarik pelanggan baru dan membangun kesadaran konsumen untuk membeli produk mereka.

Iklan VS Promosi?
Sekarang promosi lebih diterima oleh manajemen puncak sebagai alat penjualan yang efektif; lebih banyak manajer produk yang dikualifikasi untuk menggunakan alat promosi penjualan; dan para menajer produk berada dalam tekanan yang lebih besar untuk meningkatkan penjualan sekarang ini. Akan tetapi, ada bahaya dalam membiarkan iklan memberikan terlalu banyak keleluasaan pada promosi, karena iklan pada umumnya membangun kesetiaan merek. Promosi penjualan, dengan potogan harga, kupon, kesepakatan, hadiah tanpa henti-hentinya mungkin akan menurunkan nilai tawaran produk tersebut dalam benak pembeli.


Keputusan-keputusan utama

Dalam menggunakan promosi penjualan, perusahaan harus menetapkan tujuan-tujuannya, memilih alat, mengembangkan program, melakukan pra-pengujian program tersebut, mengimplementasikan dan mengendalikannya, dan mengevaluasi hasilnya.

a. Menetapkan tujuan. Tujuan promosi penjualan diperoleh dari tujuan promosi yang lebih luas, yang diperoleh dari tujuan pemasaran yang lebih mendasar yang dikembangkan untuk produk tersebut.

b. Memilih alat promosi konsumen, alat promosi perdagangan, alat promosi dan promosi tenaga penjualan. Perencana promosi seharusnya memperhitungkan jenis pasar, tujuan promosi penjualan, kondisi persaingan dan efektivitas biaya masing-masing alat. Produsen menggunakan sejumlah alat promosi perdagangan. Perusahaan menggunakan alat promosi bisnis untuk mengumpulkan petunjuk bisnis, membuat pelanggan terkesan dan memberi imbalankepada tenaga penjualan, dan memotivasi mereka untuk bekerja lebih keras.

c. Mengembangkan program. Pemasar dapat menggabungkan beberapa media ke dalam suatu konsep kampanye total.

d. Pra-pengujian, implementasi, pengendalian, dan evaluasi program. Walaupun sebagian besar program promosi penjualan dirancang berdasarkan pengalaman, seharusnya dilakukan pra-pengujian untuk menentukan apakah alat tersebut tepat, apakah besarnya insentif tersebut optimal, dan apakah metode penyajiannya efisien. Untuk mengevaluasi, produsen dapat menggunakan tiga metode (data penjualan, survei konsumen, dan eksperimen).

Acara Khusus dan Pengalaman (contoh : open house UNJ, dll)
Dengan menjadi bagian dari saat relevan yang spesial dan lebih personal dalam kehidupan konsumen, keterlibatan pada acara-acara khusus dapat memperluas dan memperdalam hubungan perusahaan dengan pasar sasaran.

Tujuan
Pemasar melaporkan sejumlah alasan mengapa mereka mensponsori acara-acara khusus.

1. Untuk mengidentifikasi sebuah pasar sasaran khusus atau gaya hidup.
2. Untuk meningkatkan kesadaran nama perusahaan atau produk.
3. Untuk menciptakan atau mengukuhkann persepsi konsumen tentang asosiasi citra merek.
4. Untuk meningkatkan dimensi citra perusahaan.
5. Untuk menciptakan pengalaman dna membangkitkan perasaan.
6. Untuk mengungkapkan komitmen pada komunitas atau pada isu sosial.
7. Untuk menghibur klien utama atau mengimbali karyawan kunci.
8. Untuk memungkinkan peluang perdagangan atau promosi.

Keputusan utama
Pengembangan acara khusus (events) yang berhasil disponsori mencakup pemilihan peristiwa khusus yang tepat; merancang program pensponsoran yang optimal untuk acara khusus; dan mengukur efek pensponsoran.
  • Memilih peluang untuk acara khusus
  • Merancang program pensponsoran

HUBUNGAN MASYARAKAT
Perusahaan tidak hanya harus berhubungan secara konstruktif dengan pelanggan, pemasok, dan penyalur melainkan juga harus berhubungan dengan sejumlah besar masyarakat yang berkepentingan. Humas meliputi berbagai program yang dirancang untuk mempromosikan atau melindungi citra perusahaan atau masing-masing produknya dengan cara melaksanakan lima fungsi berikut;

  1. Hubungan pers. Menyajikan berita dan informasi tentang organisasi tersebut dari sudut yang paling positif.
  2. Publikasi produk. Mensponsori upaya untuk memberitakann produk-produk tertentu.
  3. Komunikasi koorporat. Meningkatkan pemahaman tentang organisasi tersebut melalui komunikasi internal dan eksternal.
  4. Melobi. Berhadapan dengan lembaga pembuat undang-undang dan pejabat pemerintah guna mendukung atau menggagalkan peraturan dan perundang-undangan.
  5. Pemberian saran atau konseling. Memberikan nasihat kepada manajemen mengenai masalah-masalah publik dan posisi dan citra perusahaan pada masa-masa yang menyenangkan dan krisis.
Hubungan masyarakat pemasaran

Banyak perusahaan berpaling ke hubungan masyarakat pemasaran (MPR-marketing public relation) untuk langsung mendukung promosi dan pembentukan citra perusahaan atau produk. MPR memegang peranan penting dalam tugas-tugas berikut:

  • Membantu peluncuran produk-produk baru.
  • Membantu memposisikan kembali produk yang sudah matang.
  • Membangun minat terhadap kategori produk.
  • Mempengaruhi kelompok sasaran tertentu.
  • Membela produk yang telah menghadapi masalah publik.
  • Membangun citra korporat yang tercermin dengan baik dalam produk-produknya.
Keputusan-Keputusan Utama Dalam Humas Pemasaran
Keputusan utama yang harus dibuat mencakup;

1. Menetapkan tujuan pemasaran.
2. Memilih pesan dan sarana.
3. Melaksanakan rencana dan mengevaluasi hasilnya