Tampilkan postingan dengan label dafy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dafy. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Oktober 2014

Laporan Keuangan, Analisis Laporan Keuangan



LAPORAN KEUANGAN DAN ANALISIS LAPORAN KEUANGAN




PENGERTIAN LAPORAN KEUANGAN

Laporan keuangan merupakan laporan yang menginformasikan posisi keuangan perusahaan yang tersusun secara rinci dan lengkap yang meliputi Neraca, Laba Rugi, Neraca Saldo, dan sebagainya. Laporan ini digunakan bagi pihak internal dan eksternal untuk dapat menilai suatu perusahaan, seperti menilai keberhasilan perusahaan dalam usahanya atau menilai perkembangan perusahaan tersebut.

TUJUAN LAPORAN KEUANGAN

Tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pengguna dalam pengambilan keputusan ekonomi. Laporan keuangan yang disusun untuk tujuan ini memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pengguna. Namun demikian, laporan keuangan tidak menyediakan semua informasi yang mungkin dibutuhkan pengguna dalam pengambilan keputusan ekonomi karena secara umum menggambarkan pengaruh kenangan dari kejadian di masa lalu, dan tidak diwajibkan untuk menyediakan informasi non keuangan. Laporan keuangan juga menunjukkan apa yang telah dilakukan manajemen (stewardship). Atau pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya. Pengguna yang ingin menilai apa yang telah dilakukan atau pertanggungjawaban manajemen berbuat demikian agar mereka dapat membuat keputusan ekonomi; keputusan ini mungkin mencakup, misalnya, keputusan untuk menahan atau menjual investasi mereka dalam perusahaan atau keputusan untuk mengangkat kembali atau mengganti manajemen.

Keputusan ekonomi yang diambil oleh pengguna laporan keuangan memerlukan evaluasi atas kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas, dan waktu serta kepastian dari hasil tersebut. Kemampuan ini akhirnya menentukan, misalnya, kemampuan pembayaran kepada para karyawan dan para pemasok. Kemampuan pembayaran bunga, pembayaran kembali pinjaman dan pembagian penghasilan kepada para pemilik para pengguna dapat mengevaluasi kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dengan lebih baik kalau mereka mendapat informasi yang difokuskan pada posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan perusahaan.

JENIS DAN BENTUK LAPORAN KEUANGAN

Akhir dari sebuah siklus akuntansi adalah sebuah laporan keuangan. Untuk sebuah perusahaan perseorangan, biasanya laporan keuangan terdiri dari tiga jenis yaitu: (1) Neraca, (2) Laporan Laba-Rugi, dan (3) Laporan Perubahan/Modal Laporan Laba Ditahan. Namun ada pula sumber yang menyebutkan bahwa laporan keuangan terdiri dari empat jenis, yaitu (1) Neraca, (2) Laporan Laba-Rugi, (3) Laporan Perubahan Modal/Laporan Laba Ditahan, dan (4) Laporan Arus Kas. Laporan keuangan dapat disusun dengan menggunakan Neraca Lajur sebagai dasar.


NERACA

Dalam literatur akuntansi neraca berasal dari istilah balance sheet, statement of financial position, statement of financial conditions atau statement of resources and liabilities. Neraca adalah suatu laporan yang sistematis tentang aktiva (assets), kewajiban (liabilities), dan modal sendiri (equity) dari suatu perusahaan pada tanggal/waktu tertentu. Atau dengan kata lain neraca berisi mengenai data-data informatif mengenai kondisi perusahaan pada waktu tertentu.

Pada bagian awal setiap pelajaran akuntansi, neraca ditempatkan pada posisi pertama yang dinyatakan dalam pernyataan akuntansi:

“AKTIVA = KEWAJIBAN + MODAL”

Aktiva terdiri dari bagian-bagian kekayaan yang dimiliki oleh suatu perusahaan, baik kekayaan yang berwujud maupun kekayaan yang tidak berwujud.

Kewajiban terdiri dari kewajiban-kewajiban yang menjadi tanggungan perusahaan baik berupa hutang maupun kewajiban-kewajiban lainnya.

Modal merupakan sumber dana yang berasal dari pemilik perusahaan. Kewajiban dan modal adalah sumber dana yang digunakan perusahaan untuk membeli/ membiayai seluruh aktiva yang digunakan untuk aktivitas usaha.








LAPORAN LABA-RUGI

Disamping ingin mengetahui posisi keuangan perusahaannya, pihak pengelola/pemilik perusahaan pasti juga ingin tahu sejauh mana perusahaannya memperoleh untung selama masa atau periode tertentu. Oleh karena itu, dibuatlah sebuah laporan laba/rugi.

Dalam literatur akuntansi, laporan laba-rugi diturunkan dari istilah profit and lost statement, operation statement atau income statement.

Jadi, laporan laba-rugi adalah sebuah laporan singkat tentang jenis dan jumlah pendapatan atau hasil penjualan yang diperoleh oleh suatu perusahaan selama rentang periode tertentu, biaya selama periode tersebut, dan keuntungan atau kerugian yang diderita selama periode tersebut. Periode yang dimaksud adalah disesuaikan dengan kebijakan pencatatan keuangan perusahaan tersebut, bisa dalam jangka waktu satu bulan, per kuartal, per tahun, per semester, dsb.

Laporan laba-rugi terdiri dari penghasilan utama (operating revenue/sales), harga pokok penjualan (cost of goods sold), biaya usaha (operating expenses), penghasilan atau biaya diluar operasi pokok (other income and expenses atau nonoperating), dan pos-pos insidental atau pos luar biasa (extraordinary items).


Penghasilan Utama (Revenue)

Penghasilan utama dari perusahaan dagang, jasa atau industri adalah berupa hasil penjualan barang atau jasa kepada pembeli atau hasil produksi perusahaan


Harga pokok penjualan (Cost of Goods Sold)

Perkiraan ini terdapat pada perusahaan dagang, yaitu harga pokok barang dagangan yang dibeli dan kemudian berhasil dijual selama satu periode akuntansi. Untuk perusahaan industri, harga pokok penjualan meliputi ongkos-ongkos dasar bahan baku, tenaga kerja dan ongkos pabrik yang telah dikeluarkan dalam proses pembuatan barang yang kemudian berhasil dijual selama satu periode akuntansi.


Biaya Usaha (Operating Expenses)

Biaya yang timbul sehubungan dengan penjualan atau pemasaran barang dan jasa serta biaya yang timbul sebagai akibat dari fungsi administrasi dan umum dari perusahaan yang bersangkutan. Biaya usaha ini umumnya dibagi 2, yaitu:


Biaya Penjualan/Pemasaran (selling expenses)


Biaya Umum dan Administrasi (general and administration expenses)





Penghasilan dan Biaya diluar Operasi Pokok (Other Income and Expenses)

Biaya atau penghasilan yang tidak ada hubungannya dengan operasi utama perusahaan atau tidak bersifat berkelanjutan.


Pos-Pos Insidentil (Extraordinary Items)

Adalah transaksi-transaksi yang jarang sekali dilakukan oleh perusahaan dan biasanya bersifat mendadak atau insidental.

Data laporan laba-rugi dapat disajikan dalam bentuk rekening (account form) atau dalam bentuk laporan (report form). Dalam laporan bentuk rekening, biaya-biaya atau kerugian ditempatkan di sebelah kiri sedangkan penghasilan-penghasilan ditempatkan di sebelah kanan sedangkan saldonya menunjukkan laba atau rugi.




LAPORAN PERUBAHAN MODAL/LAPORAN LABA DITAHAN

Dalam perusahaan yang berbentuk perseroan, disamping neraca dan laporan laba rugi, disajikan pula mengenai laporan laba ditahan atau laporan perubahan modal. Laba ditahan atau perubahan modal adalah bagian laba yang ditanamkan kembali dalam perusahaan dan diakumulasikan sepanjang umur perusahaan. Laba yang diperoleh dari perusahaan biasanya tidak dibagikan seluruhnya kepada pemegang saham sebagai dividen, tapi akan ditahan juga oleh perusahaan untuk berbagai keperluan.

Dividen Saham

Dividen saham adalah penerbitan saham tambahan kepada pemegang saham yang ada sebanding dengan presentase kepemilikannya. Apabila dividen saham diumumkan, maka perkiraan laba ditahan menjadi berkurang.

Laporan Modal Sendiri

Untuk mengetahui perubahan besarnya modal sendiri selama suatu periode akuntansi perlu disusun laporan modal sendiri. Laporan ini terdapat pada perusahaan perseorangan, umumnya berbentuk PD (perusahaan dagang) dengan cara memperhitungkan pendapatan bersih yang diterima atau kerugian bersih yang diderita, pemakaian prive, dan penambahan modal oleh pemilik bilamana ada




LAPORAN ARUS KAS

Salah satu tujuan kegiatan sebuah perusahaan bisnis adalah memperoleh dana dalam bentuk uang kas dari hasil penjualan produknya, yang dapat dipergunakan untuk membiayai kegiatan-kegiatan, baik modal kerja maupun dalam perluasan investasi. Pada banyak perusahaan, pembiayaan modal kerja dan investasi ini menggunakan sumber dana yang berasal dari luar perusahaan, misalnya pinjaman bank. Penggunaan sumber dana external ini menimbulkan kewajiban bagi perusahaan untuk membayar bunga dan angsuran pinjaman. Disamping itu, perusahaan juga harus membagikan dividen bagi pemegang sahamnya karena menggunakan dana internal.

Dengan kata lain, perusahaan harus mampu menyeimbangkan kinerja likuiditas dan profitabilitas. Perusahaan yang memiliki profitabilitas tinggi tapi tidak memiliki likuiditas khususnya kas yang rendah dapat mengganggu operasi perusahaan seperti tidak dapat membayar piutang usaha yang jatuh tempo, membayar kewajiban finansial seperti biaya bunga atau angsuran pinjaman.

Bagi seorang analis keuangan, menganalisa kesehatan keuangan adalah sebuah hal penting untuk mengetahui apakah perusahaan tersebut mampu menghasilkan uang kas yang cukup untuk membayar kewajibannya, membiayai modal kerja dan membiayai perluasan investasinya. Analisa arus kas tersebut dapat dilakukan dengan melakukan analisa pada laporan arus kas perusahaan, yang menunjukkan aliran dana ketika perusahaan tersebut melakukan kegiatannya.

Perusahaan dengan aktiva yang jauh melebihi utang masih tetap dapat jatuh bangkrut, jika mereka tidak dapat menghasilkan cukup kas untuk memenuhi kewajiban lancarnya. Para investor memusatkan perhatian pada arus kas hasil operasi karena untuk memusatkan perhatian mengenai kemampuan perusahaan untuk membayar deviden.

Sebaliknya, perusahaan yang memiliki kas dalam jumlah besar menunjukkan perusahaan tidak dapat mengelola kas secara maksimal karena kas tersebut dapat digunakan untuk memanfaatkan cash discount pembelian bahan baku/persediaan, atau melakukan investasi.

Analisa laporan arus kas memperlihatkan kemampuan manajemen mengatur kas perusahaan yang menunjukkan sumber dana kas dan penggunaan dana kas dalam suatu periode tertentu.

Laporan arus kas menghubungkan antara dua neraca dengan laporan laba/rugi periode terakhir yang dapat mengevaluasi berapa banyak uang kas yang dihasilkan perusahaan dan untuk apa saja uang kas tersebut telah dipergunakan.





PENGERTIAN ANALISIS RASIO KEUANGAN

Analisis rasio keuangan merupakan teknik yang dilakukan untuk mengetahui secara cepat mengenai kinerja keuangan perusahaan. Analisis rasio menggambarkan hubungan di antara unsur dalam laporan keuangan. Rasio juga menggambarkan hubungan matematis antara kuantitas yang satu dengan kuantitas yang lain. Hubungan tersebut dapat berupa suatu presentase, tarif, atau proporsi. Analisis terhadap laporan keuangan dapat diklasifikasi menjadi tiga rasio. Analisis rasio keuangan dapat digunakan untuk mengevaluasi mengenai likuiditas, profitabilitas, dan solvabilitas keuangan suatu perusahaan.

MACAM ANALISIS RASIO KEUANGAN BESERTA CARA PERHITUNGAN ANALISISNYA

Jika diringkas dalam sebuah tabel, maka beberapa rasio keuangan yang menggambarkan likuiditas, profitabilitas, dan solvabilitas keuangan sebuah perusahaan dapat digambarkan sebagai berikut:











Rasio Likuiditas. Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menjamin kewajiban-kewajiban lancarnya. Rasio ini antara lain Rasio Kas (cash ratio), Rasio Cepat (quick ratio), Rasio Lancar (current ratio)


Rasio Profitabilitas/ Rentabilitas. Rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan bagi perusahaan. Rasio ini antara lain: GPM (Gross Profit Margin), OPM(Operating Profit Margin), NPM (Net Profit Margin), ROA (Return to Total Asset), ROE (Return On Equity).


Rasio Pengungkit/ Leverage/ Solvabilitas. Rasio ini digunakan untuk mengukur tingkat pengelolaan sumber dana perusahaan. Beberapa rasio ini antara lain Rasio Total Hutang terhadap Modal sendiri, Total Hutang terhadap Total Asset, TIE Time Interest Earned.


Rasio Aktivitas. Rasio yang menggambarkan aktivitas yang dilakukan perusahaan dalam menjalankan operasinya baik dalam kegiatan penjualan, pembelian, dan kegiatan lainnya. ada dua penilaian rasio aktivitas yaitu:


Rasio Nilai Pasar. Rasio yang mengukur harga pasar relatif terhadap Nilai Buku perusahaan. Rasio ini antara lain: PER (Price Earning Ratio), Devidend Yield,Devideng Payout Ratio, PBV (Price to Book Value)


Rasio Efesiensi/ Perputaran. Rasio perputaran digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mengelola asset-assetnya sehingga memberikan aliran kas masuk bagi perusahaan. Rasio ini antara lain Rasio Perputaran Persediaan, Perputaran Aktiva Tetap, dan Total Asset Turnover.

PENGGUNAAN DAN KETERBATASAN ANALISIS RASIO

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menggunakan atau mendengar kata rasio. Rasio dapat diartikan sebagai perbandingan. Sebagai contoh, sebuah perusahaan melakukan kerja sama dengan pembagian rasio keuntungan 60:40. Artinya, jika kerjasama tersebut menghasilkan laba, maka labanya akan dibagi dengan perbandingan 60% dan 40%. Rasio keuangan secara sederhana dapat diartikan sebagai perbandingan data dalam laporan keuangan. Data yang diperbandingkan bersumber dari neraca dan laporan laba rugi.

Analisis rasio keuangan terhadap suatu perusahaan digunakan untuk mengetahui keadaan dan perkembangan keuangan perusahaan terutama bagi pihak manajemen. Hasil analisis dapat digunakan untuk melihat kelemahan perusahaan selama periode waktu berjalan. Kelemahan yang terdapat diperusahaan dapat segera diperbaiki, sedangkan hasil yang baik harus dipertahankan pada waktu mendatang. Selanjutnya analisis historis tersebut dapat digunakan untuk penyusunan rencana dan kebijakan di tahun mendatang.

Setidaknya, ada tiga manfaat analisis rasio bagi tiga pihak berbeda yaitu sebagai berikut:


Manajer: berfungsi sebagai peralatan analisis perencanaan dan pengendalian keuangan.


Analis Kredit Perbankan: berguna untuk menilai kemampuan pemohon kredit dalam membayar utangnya.


Analis Sekuritas: berguna untuk menilai kewajaran dan prospek harga sekuritas, termasuk untuk menentukan peringkat utang jangka panjang.

Walaupun memiliki manfaat yang besar, namun analisis rasio juga memiliki keterbatasan, diantaranya:


Sulit diterapkan pada perusahaan dengan banyak divisi

Perusahaan besar dengan banyak divisi yang berbeda-beda industrinya mungkin akan sulit menentukan perusahaan pembanding yang tepat. Pada kenyataannya, analisis rasio keuangan lebih mudah diterapkan untuk perusahaan kecil bidang usaha yang terbatas.


Inflasi dan metode akuntansi

Dengan adanya inflasi, nilai buku yang tercatat di neraca dapat sangat menyimpang dari nilai yang terjadi di pasar. Demikian pula perbedaan metode akuntansi (misalnya, dalam pencatatan persediaan) dapat memberikan nilai berbeda bagi suatu perkiraan yang termuat dalam neraca. Dua hal itu perlu dicermati meskipun sering agak susah mengatasinya apabila harus dilakukan analisis rasio dalam waktu singkat.


Teknik merekayasa laporan keuangan/palsuan indah

Jika tidak berhati-hati, pengguna laporan keuangan bisa saja terkecoh dengan angka-angka pada laporan keuangan. Menjelang tutup buku, perusahaan bisa saja meminjam uang tunai untuk disimpan beberapa hari sehingga akan menambah kas pada neraca dan menjadikan tingkat likuiditas perusahaan tampak baik.






SUMBER

Arifin, Johan. 2008. Menyusun Laporan Keuangan Keuangan untuk UKM dengan Ms. Excel. Bandung: Elex Media Komputindo

Ikatan Akuntan Indonesia, 2007. Standar Akuntansi Keuangan. Jakarta : Salemba Empat.

Mardiyanto, Handono. 2009. Inti Sari Manajemen Keuangan : Teori, Soal, dan Jawaban. Jakarta: Grasindo

Priyatno, Duwi. 2009. 3 Jam Selesaikan Laporan Keuangan MYOB & Peachtree. Yogyakarta : Best Publisher.

Sugiono, Arif; Dkk. 2008. PANDUAN PRAKTIS DASAR ANALISA LAPORAN KEUANGAN, Pengetahuan Dasar bagi Mahasiswa dan Praktisi Perbankan. Jakarta: Grasindo.

Wibowo; Dkk. 2002. Akuntansi Keuangan Dasar 1 (Ed.3). Jakarta: Cikal Sakti.


Seci Harpian School
Laporan Laba-Rugi Januari- Desember

Pendapatan
1. SPP       1000 x 500.000 x 12                                                                   6.000.000.000
2. Osis       1000 x 200.000 x12                                                                       200.000.000  +
                                                                                                                      6.200.000.000
Biaya-Biaya
1.Gaji guru + pegawai   145.000.000 x 12                 1.740.000.000
2.Kurikulum                     30.000.000 x 2                        60.000.000
3.Pembelajaran                 6.000.000 x 10                      60.000.000
4.Osis + Ekskul                5.000.000 x 12                       60.000.000
5.ATK                              1.000.000 x 12                        12.000.000
6.Penyusutan Bangunan                                              317.500.000
7.Penyusutan Sekolah                                                  330.000.000
8.Biaya Promosi                                                              50.000.000
9.TAL                             10.000.000 x 12                      120.000.000
10.BLL                             5.000.000 x 12                        60.000.000 +           
Total Biaya                                                                                                    2.824.500.000 _
 EBIT                                                                                                             3.375.500.000
Bunga 12% x 3.000.000.000                                                                            360.000.000  _
EBT                                                                                                            3.015.000.000

Tax/pph
5% x 50.000.000                                                               2.500.000
15% x 200.000.000                                                         30.000.000
25% x 250.000.000                                                         62.500.000
35% x 2.515.000.000                                                    880.425.000
Tax                                                                                                                   975.425.000
EAT                                                                                                               2.039.575.000


Laporan Perusahaan Modal Tahun 2012
Modal 1 Januari                                                                                          16.450.000.000
Pembagian laba/SHU                                                                                      750.000.000

Laba tahun 2012                                                                                           2.039.575.000
Modal 31 des                                                                                              18.239.575.000


Neraca per 31/1/2013
Aktiva Lancar
- Kas                                    42.750.000         Utang Lancar                                   5.500.000
- Bank                                155.500.000         Utang JP                                   3.000.000.000 +
- Perlengkapan                    75.000.000         Total Utang                               3.005.500.000
- Piutang SPP                    125.000.000 +      Modal                                      18.239.575.000 +
 Total aktiva lancar             523.000.000         Total Utang + Modal               21.245.075.000

Aktiva tetap
- Gedung                          9.525.000.000
- Penyusutan gedung         317.500.000  _
                                         9.207.500.000
Peralatan                         5.000.000.000
Penyusutan Peralatan        330.000.000  _
                                         4.670.000.000
ATT W                              2.844.325.000 
Total Aktiva                    21.245.075.000
                                               
 ANALISIS RASIO KEUANGAN

Rasio Likuiditas
Rasio Lancar   =          Aktiva Lancar =       523.250.000
                                    Utang Lancar             5.500.000
                                                            = 9153,64% 
Kesimpulan : Setiap Rp.1 utang yang dimiliki sekolah, ditanggung pembayarannya oleh Rp. 9153,64 aktiva.
Rasio Profitabilitas
Dividen kas     =               750.000.000    = 4,62 %
Laba Bersih                 16.000.000.000          

Kesimpulan :   Dalam 1 tahun, sekolah mendapat laba sebesar 4,62 %

Rasio Solvabilitas
Total Utang     =            3.005.500.000 = 14,15 %
Total Harta                  21.245.075.000

Kesimpulan : Dari total harta yang dimiliki sekolah, sebesar 14,15% diperoleh melalui utang

Rabu, 10 September 2014

Kerangka Kompetensi Abad 21

Setelah sekian abad tidak bersentuhan dengan blog, hari ini kita mulai untuk kembali bercengkerama dengan keyboard untuk menuangkan isi hati dan kepala.. namun pada subjek perkuliahan yang berbeda dengan dosen yang sama : Bpk. Amril Muhammad, Manajemen Keuangan.
Pembahasan yang pertama pada perkuliahan perdana pada tanggal 8 September 2014 lalu adalah mengenai Kerangka Kompetensi Abad 21 (21st Century Skills Map)

KERANGKA KOMPETENSI ABAD 21
Kehidupan memiliki segenap masalah dan tantangan serta penyelesaian yang berbeda sesuai dengan masanya. Itu berarti, permasalahan yang dihadapi hari ini akan memiliki cara penyelesaian yang berbeda dengan permasalahan di masa lalu. Hal ini disebabkan karena banyak faktor diantaranya perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, cara berpikir manusia, keadaan lingkungan (geografis, dll) yang pada akhirnya menuntut manusia untuk menguasai segenap kompetensi agar dapat menyelesaikan permasalahan yang tersedia pada masanya. Oleh karena itu, dibuatlah sebuah kerangka kompetensi abad ke-21 yang sekiranya dapat membantu manusia mengetahui tipe kompetensi seperti apa yang perlu dimiliki agar dapat membantu mereka menyelesaikan problem-problem yang ada di kehidupannya untuk masa depan yang lebih baik. kerangka kompetensi tersebut adalah:
21st Century Skills Map
Berdasarkan bagan di atas, jelas terlihat bahwa manusia, sesuai dengan aspek bidangnya, memerlukan 2 jenis kemampuan atau kompetensi. bagian berwarna hijau menjelaskan bahwa manusia memerlukan kemampuan inti / Major Skill untuk dapat memiliki nilai yang kompetitif dalam kehidupannya. namun diluar itu, Major Skill perlu dilapisi dengan Minor Skills atau kemampuan/kompetensi tambahan. diantaranya adalah

  1. Life and Career Skills

yang dimaksud dengan life and career skills disini adalah kemampuan seseorang untuk dapat mengembangkan karir dan kemampuan dalam bertahan hidup. artinya, kemampuan ini dibutuhkan dalam karir dan kehidupannya. Kompetensi yang diperlukan dalam Life and Career Skills ini adalah :
  • Fleksibel dan Adaptif. Fleksibel, artinya memiliki kemampuan untuk dapat mengembangkan minor skills sehingga dapat bekerja di bidang yang bahkan bukan bidang keahlian intinya. Adaptif, artinya memiliki kemampuan untuk dapat bekerja dimanapun dengan tingkat adaptasi yang tinggi terhadap lingkungan kerja.
  • Berinisiatif dan Mandiri. Memiliki respon yang cepat terhadap segala permasalahan yang ada dengan melakukan hal-hal secara inisiatif dan memiliki kemampuan untuk melakukan pekerjaan secara mandiri tanpa campur tangan orang lain.
  • Keterampilan Sosial dan Budaya. Berkemampuan untuk bersosialisasi dengan segenap iklim dan budaya di lingkungan tempat tinggal maupun lingkungan kerjanya.
  • Produktif dan Akuntabel. Memiliki kemampuan untuk menghasilkan, dan kemampuan untuk bertanggung jawab terhadap apa yang dihasilkan.
  1. Learning and Innovation Skills
Learning and Innovation Skills. Artinya adalah segenap kemampuan untuk menghasilkan sesuatu yang baru dengan kemampuan belajar dan mempelajari hal-hal di sekitarnya dengan baik. Hal ini diperlukan untuk abad ke-21 ini mengingat lingkungan dapat berkembang dengan sangat pesat sehingga memerlukan perhatian lebih dan menuntut manusia agar dapat mempelajari perubahan-perubahan tersebut agar dapat ikut berkompetisi dalam perkembangan yang terjadi, dan bahkan menjadi pemimpin dalam proses perubahan yang terjadi sehingga dapat menjadi yang terdepan dalam segala aspek. Kemampuan/Kompetensi yang perlu dimiliki adalah sebagai berikut:
  • Kreatif dan Inovasi. Memiliki daya cipta dan memiliki passion atau hasrat dalam membuat perubahan. jadi selain dapat menciptakan sesuatu, diperlukan juga kemampuan untuk menciptakan sebuah konsep baru yang belum pernah ada sebelumnya agar tidak tertinggal dengan perkembangan lingkungan.
  • Berfikir Kritis dalam Menyelesaikan Masalah. Dengan perkembangan lingkungan yang sangat pesat dan segenap masalah yang dimilikinya, maka sudah sepatutnya pemikiran kritis terhadap hal-hal sangat diperlukan untuk penyelesaian masalah. dengan pemikiran-pemikiran kritis, keputusan-keputusan hebat akan dapat dengan lebih mudah tercipta. Selain itu, resiko-resiko atau kerugian pun dapat ditekan ke angka terkecil.
  • Komunikasi dan Kolaborasi. Dalam Learning Skills, kemampuan komunikasi adalah hal yang paling utama yang perlu dimiliki. kemampuan komunikasi yang baik adalah salah satu indikator bahwa seseorang memiliki tingkat pemahaman terhadap sesuatu secara lebih baik pula. selain itu, dengan kemampuan komunikasi yang baik, informasi yang dimiliki akan lebih mudah, cepat, dan tepat disampaikan kepada target-target yang memerlukan informasi. Hal ini juga mempengaruhi tingkat kolaborasi yang dimiliki dengan lingkungan. Kedua hal ini sangat penting dimiliki oleh manusia dalam kemampuan pembelajaran dan inovasi.
  1. Information, Media, And Technology Skills

Pada abad ke-21 ini, kecepatan perkembangat teknologi sudah tidak dapat diragukan lagi. Informasi yang mengalir dengan bantuan teknologi melalui media memiliki kecepatan yang sangat luar biasa. Untuk itu, manusia perlu memiliki kemampuan untuk dapat mengendalikan ketiga aspek tersebut sehingga dapat menjadi modal dalam kehidupan sehari-hari dan dalam dunia pekerjaannya.Yang diperlukan oleh manusia dalam hal ini adalah:
  • Melek Informasi. pada era globalisasi seperti sekarang, informasi bisa saja datang dari berbagai sumber dan pergi ke segala arah dengan kecepatan luar biasa. Untuk itu, kesadaran manusia untuk memiliki hasrat mengetahui informasi yang banyak itulah, yang disebut dengan "melek informasi", yang perlu dimiliki untuk dijadikan nilai tambah untuk melawan kerasnya kehidupan modern seperti saat ini.
  • Melek Media. Informasi datang dan pergi dengan cepat melalui media-media penyampai yang memiliki tingkat kecanggihan yang tinggi. kemampuan untuk menguasai media sangat diperlukan oleh manusia untuk dapat mengontrol informasi yang diperlukan sehingga dapat menyerap informasi sesuai dengan yang diperlukan dan dapat menyalurkan informasi ke arah yang tepat dengan cepat dan mudah.
  • Melek TIK. Kedua aspek diatas akan dapat ditunjang dengan lebih kuat ketika manusia memiliki kemampuan untuk menguasai teknologi. Pada semua aspek kehidupan, TIK telah mengambil alih sebagian besar dari kontrol sehingga ketika manusia sudah menguasai TIK, maka manusia tersebut akan memiliki nilai yang lebih dibandingkan dengan manusia lainnya dengan tingkat penguasaan TIK yang Lebih Rendah.
Minor Skills yang telah disampaikan diatas adalah sebuah bukti bahwa untuk dapat bertahan hidup dan memiliki tingkat competitiveness yang tinggi, manusia tidak hanya memerlukan Major Skill sesuai dengan bidang keahliannya. dengan didukung dengan Minor Skills yang mumpuni dan didukung dengan penguasaan dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, maka seseorang akan memiliki kemampuan berkompetisi lebih tinggi dari orang yang lainnya.

Tuntutan Terhadap Kompetensi SDM (Sumber Daya Manusia)
Ada 3 aspek yang menjadi tuntutan terhadap kompetensi Sumber Daya Manusia yang perlu dikuasai:
  • Pengetahuan/Wawasan Global
- Konseptual yang Integratif dan Aplikatif. Artinya, seseorang harus memiliki kemampuan atau penguasaan konsep dan dapat mengaitkan pemanfaatan konsep yang satu dengan yang lainnya.
- Orientasi Pada Solusi, Inovasi & Kreativitas. Artinya, seseorang tidak boleh terpaku pada rutinitas yang terjadi sehari-hari. Setiap kegiatannya, pemikirannya, keputusan-keputusan yang diambil harus memiliki tujuan ke arah solusi atau pemecahan masalah, inovasi atau pembaharuan, dan kreativitas atau daya cipta.
- Nilai-nilai Universal (Lintas Budaya). Artinya, seseorang tidak boleh terpaku pada pengetahuan dalam satu budaya atau monocultural knowledge. Dalam kehidupannya, manusia saling berinteraksi dengan manusia lain yang bisa saja berasal dari daerah manapun di seluruh penjuru dunia. Sehingga, dalam bergaul atau bersosialisasi, manusia perlu mengetahui nilai-nilai yang bersifat Universal atau diterima di setiap budaya yang ada agar dapat lebih mudah bergaul dan dapat diterima di masyarakat secara menyeluruh.
  • Keterampilan Global
- Komunikasi Multi Budaya. Seseorang perlu memiliki kemampuan berkomunikasi multi budaya. misalnya, di tingkat nasional, seseorang perlu menguasai bahasa indonesia sebagai bahasa persatuan untuk dapat berkomunikasi lebih mudah, cepat, dan tepat dengan semua orang di lingkungannya. Contoh lainnya, iklim komunikasi dengan setiap orang di daerah jawa dan jakarta tentu akan memiliki perbedaan, begitu pula di negara lain. tanpa adanya kemampuan komunikasi multi budaya, maka seseorang akan terhambat dalam bergaul secara global.
- Pemanfaatan Tek. Informasi. Pemanfaatan Teknologi Informasi menjadi penting ketika konteks yang dibahas ada di dalam ruang lingkup global. Ketika TIK dimanfaatkan, maka kita bisa mendapatkan hasil yang lebih baik dengan waktu yang bahkan lebih singkat dibandingkan dengan tanpa pemanfaatan TIK
- Pengembangan Intelectual, Emotional, dan Adversity Skill. Pengembangan Kecerdasan Intelektual, Emosional, dan pembekalan dalam ketangguhan dan komitmen akan menjadi sebuah pelengkap yang dapat menyempurnakan keberadaan keterampilan yang ada sebelumnya.
  • Sikap/Perilaku
- Dinamis dan Fleksibel. Dinamis artinya, seseorang mampu berkembang dengan baik, tidak stagnan dan dapat bekerja pada lebih dari satu hal sekaligus. penuh semangat dan tenaga sehingga cepat bergerak dan mudah menyesuaikan diri dengan keadaan. Fleksibel artinya, mudah dan cepat menyesuaikan diri atau tidak terpaku dengan suatu hal.
- Inisiatif dan Proaktif. Kedua sikap ini saling berkaitan. Inisiatif dapat diartikan sebagai sebuah kemampuan dalam mengambil langkah pertama dalam mengusahakan segala sesuatu, dan proaktif adalah memiliki tingkat keaktifan diatas rata-rata atau memiliki respon yang baik terhadap stimulus-stimulus yang diberikan oleh lingkungan.
- Inovatif dan Kreatif. Keduanya memiliki sifat membangun. Inovatif yaitu dapat melakukan atau memperkenalkan pembaruan atau suatu hal yang baru, dan kreatif berarti memiliki kemampuan berdaya cipta.
- Mandiri "Survive". Sikap yang terakhir adalah mandiri. Sikap ini adalah salah satu sikap yang sangat diperlukan oleh seseorang pada abad ke-21 ini. Dengan memiliki sikap survive / mampu bertahan, maka tidak peduli apa yang terjadi, perubahan apapun yang terjadi di lingkungannya, pada aspek apapun, tak akan ada apapun yang mampu menggoyahkan seseorang yang memiliki sikap mandiri/survive ini.

4 Pillar Pendidikan Menurut UNESCO

4 Pillar pendidikan UNESCO yang sangat terkenal ini ternyata memiliki keterkaitan dengan kerangka kompetensi abad ke-21 jika dipahami lebih mendalam :)

Learning To Know => Learning To Do => Learning To Live Together => Learning To Be. 

Senin, 09 Juni 2014

PERILAKU KONSUMEN

Setiap konsumen punya alasan mengapa mereka berperilaku tertentu. Misalnya, konsumen mengkritik brosur perusahaan karena konsumen tahu bahwa terdapat kekeliruan pada brosurnya. Contoh lainnya adalah konsumen membeli barang2 atau jasa karena alasan tertentu, misalnya untuk diberikan sebagai hadiah, atau untuk dipajang, untuk digunakan, atau bahkan hanya untuk menunjukkan bahwa mereka bisa membeli barang tersebut.

Perilaku konsumen berkaitan dengan proses pengambilan keputusan dan aktivitas individu secara fisik yang dilibatkan dalam proses mengevaluasi, memperoleh, menggunakan atau dapat mempergunakan barang-barang dan jasa.

James F. Engel : tindakan-tindakan individu yang secara langsung terlibat dalam usaha memperoleh dan menggunakan barang-barang jasa ekonomis termasuk proses pengambilan keputusan yang mendahului dan menentukan tindakan-tindakan tersebut

Gerald Zaltman Melanie Wallendorf : tindakan-tindakan, proses, dan hubungan social yang dilakukan individu, kelompok, dan organisasi dalam mendapatkan, menggunakan suatu produk atau lainnya sebagai suatu akibat dari pengalamannya dengan produk pelayanan, dan sumber-sumber lainnya.

Disimpulkan bahwa : perilaku konsumen merupakan tindakan-tindakan yang dilakukan oleh individu, kelompok atau organisasi yang berhubungan dengan proses pengambilan keputusan dalam mendapatkan, menggunakan barang-barang atau jasa ekonomis yang dapat dipengaruhi oleh lingkungan.
Secara umum, Kebutuhan konsumen adalah hal utama yang menentukan perilaku konsumen.

Hirarki kebutuhan Abraham Maslow:

  1. Kebutuhan fisiologis, yaitu kebutuhan untuk makan, minum, perlindungan fisik, bernafas, seksual. Kebutuhan ini merupakan kebutuhan tingkat terendah atau disebut pula sebagai kebutuhan yang paling dasar.
  2. Kebutuhan akan rasa aman, yaitu kebutuhan akan perlindungan dari ancaman, bahaya, pertentangan, dan lingkungan hidup.
  3. Kebutuhan untuk rasa memiliki, yaitu kebutuhan untuk diterima oleh kelompok, berafiliasi, beriteraksi,dan kebutuhan untuk mencintai dan dicintai.
  4. Kebutuhan akan harga diri, yaitu kebutuhan untuk dihormati dan dihargai oleh orang lain.
  5. Kebutuhan untuk mengaktualisasikan diri, yaitu kebutuhan untuk menggunakan kemampuan, skill, dan potensi. Kemampuan untuk berpendapat dengan mengemukakan ide-ide memberi penilaian dan kritik terhadap sesuatu.
Menurut maslow, orang akan mengejar tingkatan kebutuhan selanjutnya ketika kebutuhan yang sebelumnya telah terpenuhi.

Kebutuhan menurut David McClelland:

Tiga macam kebutuhan manusia :
  1. Need for achievement : kebutuhan untuk mendapat pencapaian2
  2. Need for affiliation : kebutuhan untuk memiliki teman dalam kegiatannya
  3. Need for power : kebutuhan akan kekuasaan


MOTIF DAN MOTIVASI

Abraham Sperling
Motif didefinisikan sebagai suatu kecenderungan untuk berativitas, dimulai dari dorongan dalam diri (drive) dan diakhiri dengan penyesuaian diri.

William J. Stanton
Suatu motif adalah kebutuhan yang distimulisi yang dicari oleh individu yang berorientasi pada rujukan untuk mencapai rasa puas.

Fillmore H. Stanford
Motivasi sebagai suatu kondisi yang menggerakan manusia kearah suatu tujuan tertentu

Teori-teori Motivasi :


1. Teori Insting :Insting merupakan bentuk perilaku yang tidak dipelajari dan sudah dalam bentuk dasar biologis / panggilan dari dalam diri yang bersifat bawaaan sejak manusia itu lahir. William Mc. Dougal adalah salah satu penganut dari teori insting ini. Berdasarkan teori ini semua pikiran dan perilaku kita merupakan hasil dari naluri yang diwariskan. Setiap orang mempunyai insting untuk belajar, mengingat, dan berperilaku. Contoh dari insting seseorang adalah mempertahankan diri.

2. Teori Drive : Drive merupakan sebuah dorongan/energi berperilaku untuk memenuhi kebutuhan tertentu. Sebuah keadaan tergugah yang terjadi karena adanya kebutuhan fisiologis. Individu akan mengupayakan untuk mencapai kebutuhan tertentu. Berdasar teori ini organisme berusaha mengurangi dorongan tersebut dengan berbuat sesuatu untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Disinilah timbul motivasi. Semua perilaku yang dilakukan pada teori drive-reduction ini bertujuan untuk menurunkan/mengurangi ketegangan yang terjadi. Ketegangan disini maksudnya adalah keadaan kekurangan sesuatu yang memberi energi untuk menghilangkan atau mengurangi keadaan kekuangan ini. Contohnya, kebutuhuan akan air, manusia akan mengurangi kebutuhan perasaan akan hausnya akan dengan minum air. Tujuan pengurangan dorongan ini adalah homoestatis, kecenderungan tubuh untuk mempertahankan keadaan yang seimbang dan tenang. Teori ini dibedakan menjadi 2 dorongan, yakni : 
  • Primary drive : biological need (lapar, haus, sex).
  • Secondary drive : drive yg bukan biological need (ex: need for achievement).
3. Teori Lapangan : perilaku merupakan suatu fungsi dari lapangan pada momen waktu. Perilaku itu merupakan fungsi dari seseorang dengan lingkungannya. Perilaku manusia di analogikan seperti air dalam freezer. Ketika air dimasukkan kedalam freezer, air membeku. Namun ketika dikeluarkan dari freezer, air kembali mencair.

4. Teori Prestasi dan Motif-Motif Sosial : Dalam teori ini dalam diri individu ada sesuatu yang membuatnya untuk bergerak atau melakukan sesuatu. Memunculkan stimulus dan mempertahankannya pada level tertentu, yakni pada level kenikmatan agar dapat menerima efek/hasil. Pada teori ini seseorang termotivasi yakni dengan melakukan perilaku dengan mempertahankan stimulus yang diterimanya agar dapat berada di lingkungan dan sesuai kondisinya. 
Dari teori ini muncul prinsip hukum Yerkes-Donson Law, yaitu level tertentu dari munculnya motivasi menghasilkan tugas-tugas performanceyang optimal. Berdasarkan teori ini seseorang akan mencoba mempertahankan stimulasi dan aktivitas pada level tertentu,meningkatkan dan menurunkannya jika diperlukan.

FAKTOR FAKTOR YANG MEMPRENGARUHI PERILAKU KONSUMEN

  1. Kekuatan social budaya
  2. Kekuatan factor psikologis
  3. Factor sikap dan keyakinan
  4. Konsep diri


"Total fitur & karakteristik suatu produk atau jasa yang dapat mempengaruhi kemampuan produk untuk memuaskan keinginan pelanggan sesuai kebutuhan."

TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM)
Kegiatan yang menyeluruh dalam suatu organisasi & secara terus menerus selalu memperbaiki kualitas dari semua aktivitas yang ada dalam organisasi.

  1. Proses produksi
  2. Kemampuan produk
  3. Layanan konsumen
  4. System & manajemen
  5. Teknologi & informasi
  6. Responsive keluhan pelanggan
  7. Jaringan komunikasi

Konsep TQM :
  1. Berfokus pada pemuasan pelanggan
  2. Melakukan perbaikan berkesinambungan
  3. Melibatkan seluruh potensi organisasi/sumber daya
  4. Konsep Kegiatan TQM
  5. Sistem Keluhan dan saran
  6. Berorientasi pelanggan
  7. Menampung saran & keluhan pelanggan
  8. Komunikasi dua arah secara cepat

Survey Kepuasan Pelanggan

  1. Survey kepuasan konsumen secara berkala
  2. Meneliti kepuasan secara langsung
  3. Merespon keinginan pelanggan
  4. Belanja konsumen yang misterius
  5. Mengkaji kelemahan produk pesaing
  6. Menguji kelebihan layanan pesaing
  7. Menggali informasi pesaing di lapangan
  8. Analisis hilangnya pelanggan
  9. Menghubungi pelanggan yang berhenti
  10. Menggali alasan pelanggan berhenti
  11. Memantau hilangnya pelanggan


ETIKA PEMASARAN
Beberapa uraian mengenai kode etik:

  1. Tanggung jawab Pemasar
  2. Tingkah Laku Profesional Pemasar (Pedomannya)
  3. Kejujuran dan keadilan
  4. Hak dan kewajiban pihak-pihak dalam proses pertukaran pemasaran

TANGGUNG JAWAB PEMASAR :
  1. Dalam bidang promosi
  2. Dalam bidang distribusi. Harus tepat waktu, sesuai dengan perjanjian sebelumnya. Kompensasi atas keterlambatan.
  3. Dalam penetapan harga.
  4. Dalam bidang riset pemasaran. Data riset harus valid, dan reliable.
  5. Dalam hubungan organisasional. Jangan sampai ada agen ganda ; menjual barang dari perusahaan, tapi menjual produk dari pesaing juga.

PRINSIP KEBIJAKAN PUBLIK TERHADAP PEMASARAN
  1. Prinsip kebebasan konsumen dan produsen
  2. Prindip mengendalikan bahaya potensial
  3. Prinsip memenuhi kebutuhan dasar
  4. Prinsip efisiensi ekonomis
  5. Prinsip inovasi
  6. Prinsip pendidikan dan informasi konsumen
  7. Prinsip perlindungan konsumen

Rabu, 21 Mei 2014

Mengelola dan Mengembangkan Program Iklan

KOMUNIKASI PEMASARAN DAN MANAJEMEN IKLAN
Komunikasi Pemasaran / Marketing Communication adalah sebuah sarana bagi perusahaan untuk menginformasikan, mengingatkan, atau bahkan membujuk konsumen baik secara langsung maupun tidak langsung mengenai produk yang mereka tawarkan. Komunikasi pemasaran berfungsi sebagai pemberi informasi kepada konsumen mengenai sebuah produk, bagaimana produk tersebut digunakan atau diambil manfaatnya, mengapa konsumen perlu menggunakan produk tersebut, dan hal lainnya. dengan komunikasi pemasaran, sebuah merek produk yang dimiliki perusahaan akan meningkat citranya dan mendorong angka penjualan dan dapat mempengaruhi nilai saham pada akhirnya.


Mengembangkan dan mengelola Program Iklan

iklan adalah semua bentuk terbayar atas presentasi non pribadi dan promosi ide, barang atau jasa oleh sponsor yang jelas. Dalam sumber lain (Baca : wikipedia) disebutkan bahwa iklan adalah struktur informasi dan susunan komunikasi non personal yang dibiayai dan bersifat persuasif dan promosi tentang produk, jasa atau ide oleh sponsor yang teridentifikasi melalui berbagai macam media
Dalam mengembangkan proram iklan, manajer perusahaan harus selalu mulai dengan mengidentifikasi pasar sasaran dan motif pembeli, lalu menggunakan lima keputusan utama (5 M). 

5 M yang dimaksudkan adalah :

1. Mission (Misi atau Tujuan)
  • Tujuan Penjualan (apakah untuk meningkatkan omzet penjualan atau hanya untuk mempertahankan penjualan)
  • Tujuan Iklan (hanya untuk informasi kepada konsumen? atau mempengaruhi konsumen untuk melakukan sesuatu ; membeli, dll)


2. Monetary / Money (Keuangan / Uang)

Faktor yang perlu diperhatikan dan dipertimbangkan dalam item ini adalah:

a. Tahap-tahap dalam PLC
b. Basis konsumen dan pangsa pasar
c. Persaingan dan kerumunan (Crowd)
d. Frekuensi iklan (asumsinya adalah, semakin sering iklan diputar di media, maka masyarakat akan semakin mengingat pesan yang terkandung di dalam iklan tersebut)
e. Kemampuan penggantian produk


3. Message (Pesan)

tahap dalam message ini adalah sebagai berikut:

  • Pembentukan pesan (apa isi pesan yang diinginkan?)
  • Evaluasi dan pemilihan pesan (evaluasi isi pesan yang dibentuk sebelumnya)
  • Pelaksanaan Pesan (bagaimana cara menyampaikan pesan tersebut? siapa yang perlu menyampaikannya; inilah sebabnya beberapa produk memiliki kelekatan dengan beberapa tokoh tertentu. contoh: Hxnda Vxrio lekat dengan figur Agnxs Monxca)
  • Review tanggung jawab sosial (jangan sampai iklan yang dihasilkan memiliki kapasitas menipu konsumen)

4. Media (Media)
  • Jangkauan (apakah jangkauannya lokal, nasional, atau bahkan internasional?), frekuensi (seberapa sering media digunakan untuk beriklan? berapa sering iklan perlu diputarkan di media?), dampak (positif / negatif?)
  • Jenis media utama (beberapa produk lebih tepat diiklankan di televisi, beberapa produk lain perlu diiklankan di media cetak, beberapa lainnya di radio, internet, dll)
  • Sarana media khusus (apakah perlu mengiklankan di beberapa media? atau menggunakan media ganda dengan pengkhususan di media tertentu?)
  • Penetapan waktu media (kapankah iklan diputarkan di media? sesuai dengan pasar yang diinginkan.)
  • Alokasi media geografis (sesuai dengan jangkauan, alokasi media geografis memperhatikan kapasitas media tertentu dalam 'orbital track'nya. apakah media tersebut diterbitkan dalam skala nasional? atau hanya lokal? atau bahkan hanya skala lembaga seperti kampus, dll?)


5. Measurement (Pengukuran)
  • Dampak komunikasi?
  • Dampak Penjualan?



Mengelola dan Mengembangkan Program Iklan
a. Menentukan Tujuan

Tujuan iklan merupakan suatu tugas komunikasi tertentu dan tingkat pencapaiannya harus diperoleh pada audiens tertentu dalam kurun waktu yang ditentukan. Tujuan iklan dapat digolongkan menurut sasarannya, yaitu:

1. Iklan Informatif 
Dimaksudkan untuk menciptakan kesadaran dan pengetahuan tentang produk baru atau ciri baru produk yang sudah ada.

2. Iklan Persuasif
Dimaksudkan untuk menciptakan perasaan suka atau senang, preferensi, keyakinan, dan pembelian sebuah produk baik berupa barang maupun jasa.

3. Iklan Pengingat
Dimaksudkan untuk merangsang pembelian kembali produk baik barang maupun jasa yang pernah dibeli sebelumnya oleh konsumen.

4. Iklan Penguatan
Dimaksudkan untuk meyakinkan pembeli bahwa pilihan mereka dalam membeli barang tersebut adalah sebuah pilihan cerdas.


b. Memutuskan Anggaran Iklan

Iklan seringkali dianggap sebagai pengeluaran lancar dalam perusahaan. namun disamping itu, baik disadari maupun tidak, iklan adalah sebuah bentuk investasi yang dapat menambah aktiva tidak berwujud yang disebut dengan ekuitas merek. ada lima faktor yang harus dipertimbangkan dalam memutuskan anggaran iklan:

1. Tahap dalam siklus hidup produk
produk baru biasanya mendapatkan anggaran iklan yang lebih besar. Hal ini dimaksudkan agar produk tersebut mampu membangun kesadaran dan mengupayakan pelanggan untuk mencoba produk tersebut. Merek-merek yang sudah memiliki image baik, biasanya memiliki anggaran iklan yang lebih rendah, karena angka penjualan produk tersebut dinilai tidak akan merosot terlalu jauh tanpa adanya iklan yang mendukung penjualannya.

2. Pangsa Pasar dan Basis Konsumen
untuk memperbesar pangsa pasar dengan meningkatkan ukuran pasar, diperlukan pengeluaran yang lebih besar. akan lebih mudah menjangkau konsumen sebuah merek yang telah digunakan secara luas daripada menjangkau konsumen merek berpangsa kecil.

3. Persaingan dan gangguan.
Dalam pasar yang memiliki pesaing yang berjumlah besar dan pengeluaran iklan yang tinggi, sebuah merek perlu diiklankan secara besar-besaran agar dapat 'terdengar' oleh konsumen. gangguan yang sederhana pun yang datang dari iklan yang tidak langsung bersaing dengan produk tersebut akan menyebabkan turunnya pamor merek produk tersebut sehingga kebutuhan iklannya menjadi lebih besar.

4. Frekuensi Iklan
Jumlah pengulangan yang diperlukan untuk menyampaikan pesan dari merek produk tertentu kepada konsumen memiliki dampak penting terhadap anggaran iklan. Secara logika sederhana; semakin tinggi frekuensi yang diperlukan, semakin tinggi anggaran yang dibutuhkan.

5. Daya substitusi produk.
Merek produk dalam kelas komoditas memerlukan iklan yang lebih besar untuk membangun citra yang berbeda (contoh komoditas adalah : rokok, bir, minuman ringan). Iklan juga berperan penting terhadap sebuah merek produk jika merek tersebut menawarkan manfaat atau ciri fisik yang unik.


c. Mengembangkan Kampanye Iklan

Untuk mengembangkan satu strategi pesan, para pengiklan menempuh tiga langkah; Pembentukan dan evaluasi pesan, pengembangan dan pelaksanaan yang kreatif, dan tinjauan tanggung jawab hukum dan sosial.

1. Pembentukan & evaluasi pesan
Pengiklan selalu mencari "ide hebat" yang memiliki sifat :
  • Menghubungkan merk dan konsumen secara rasional dan emosional
  • Membedakan dengan tajam merek yang dimiliki dari merek pesaing
  • Cukup luas dan fleksibel untuk diterjemahkan ke dalam berbagai media, pasar, dan periode waktu.
2. Pengembangan dan pelaksanaan yang kreatif
dampak iklan tergantung tidak hanya pada apa yang dikatakan, namun lebih sering kepada bagaimana sesuatu tersebut dikatakan. Dalam hal ini, biasanya pengiklan menyiapkan pernyataan berupa strategi teks atau copy strategy statement yang menjelaskan tujuan, isi, dukungan, dan nada iklan yang diinginkan.
  • Iklan televisi, dikenal sebagai media paling kuat dan jangkauan spektrum konsumen yang luas dengan menunjukkan secara langsung atribut-atribut produk dan penjelasan yang persuasif mengenai manfaat produk yang berhubungan dengan konsumen.
  • Iklan media cetak, dapat memberikan informasi yang lebih rinci dan mengkomunikasikan dengan lebih efektif.
  • Iklan radio, memiliki fleksibilitas tinggi karena pengiklan tidak perlu selalu melakukan rekaman untuk iklan tertentu. Penyiar dengan segala kreativitasnya dapat membantu mempromosikan produk.
3. Tinjauan tanggung jawab hukum dan sosial
Pengiklan dan agen-agen periklanan harus memastikan bahwa iklan yang dihasilkan tidak melampaui norma-norma sosial dan hukum. Secara sosial, pengiklan harus berhati-hati agar jangan sampai iklan yang dilakukan menyakiti hati kelompok-kelompok etnik, ras minoritas, dan kelompok kepentingan khusus tertentu. Secara hukum, pengiklan tidak boleh menghasilkan iklan yang memiliki kapasitasn menipu konsumen. Dalam hal ini, konsumen memiliki hak untuk menggugat iklan yang tidak sesuai dengan kenyataan yang ada dalam produk yang ditawarkan.

Menetapkan Media dan Mengukur Efektivitas
Setelah memilih pesannya, tugas pengiklan berikutnya adalah memilih media untuk menyampaikannya. Tahap-tahapnya adalah (1) memutuskan jangkauan yang diinginkan, frekwensi, dan dampaknya; (2) memilih di antara jenis-jenis media utama, memilih sarana media khusus; (3) memutuskan waktu media yang tepat dan memutuskan alokasi media secara geografis. Kemudian, (4) hasil keputusan-keputusan ini perlu dievaluasi.

1. Memutuskan jangkauan yang diinginkan, frekwensi, dan dampaknya
Pemilihan media adalah mencari media yang paling berbiaya efektif untuk menyampaikan jumlah dan jenis paparan yang diinginkan kepada audiens sasaran.

2. Memilih di antara jenis-jenis media utama
Perencana media harus mengetahui kemampuan jenis-jenis media utama untuk menghasilkan jangkauan, frekwensi, dan dampak.

3. Memutuskan waktu media yang tepat dan alokasi media secara geografis
Pengiklan perlu mengetahui karakter calon konsumennya dan karakter produk yang dijual. Dengan hal tersebut, pengiklan dapat dengan mudah memutuskan kapan iklan akan disajikan di media serta jangkauan media yang menjadi agen iklan dari produk tersebut. Hal ini diperlukan karena logikanya adalah : tidak mungkin orang di sekitar pegunungan membeli produk cetakan istana pasir untuk anak-anak. maka dari itu, perlu disesuaikan antara karakter produk dan konsumen yang membutuhkannya.

4. evaluasi hasil keputusan-keputusan
Langkah terakhir adalah evaluasi dari hasil keputusan yang telah diambil sebelumnya. Hal ini dimaksudkan agar iklan selanjutnya dapat dilakukan dengan lebih efektif dan efisien dari iklan-iklan yang telah dihasilkan sebelumnya.

Pilihan Iklan Alternatif / Alternatif Opsi Iklan
Lama sekali televisi menjadi medium yang dominan. Biaya iklan televisi telah naik lebih cepat dari pada biaya media lain. Banyak pemasar mencari media iklan alternatif

A. Place
Para pemasar memiliki asumsi bahwa lebih baik menjangkau orang di luar lingkungan tempat tinggalnya. misalnya, di tempat kerja, tempat bermain, nongkrong, dan tentu saja berbelanja. Dalam hal ini, terdapat beberapa pilihan yang tersedia dalam melakukan iklan, termasuk diantaranya adalah papan reklame, ruang publik, tempat produk, dan titik pembelian.

1. Papan Reklame / Billboards
Papan reklame sudah ditransformasikan selama bertahun-tahun dan sekarang menggunakan grafik yang diproduksi secara digital dan berwarna, dengan latar belakang suara, gerakan dan gambar yang luar biasa bahkan tiga dimensi.

2. Ruang Publik
Pengiklan memasng iklan cetak dan iklan tv tradisional di tempat yang tidak biasa seperti bioskop, penerbangan, dan ruang tunggu, juga ruang kelas, arena olahraga, kantor danelevator hotel, serta tempat-tempat umum lainnya.

3. Penempatan Produk
Penempatan produk dapat dikombinasikan dengan promosi khusus untuk mempublikasikan produk ikutan. Beberapa perusahaan mendapatkan penempatan produk tanpa biaya dengan memasok produk mereka kepada perusahaan film.


4. Pajangan dan Peragaan di Tempat Pembelian
Daya tarik dari iklan ini terletak dalam fakta bahwa sejumlah studi menunjukkan bahwa di banyak kategori produk, konsumen membuat banyak keputusan merek final mereka di toko.

Evaluasi Media Alternatif
Sekarang iklan dapat tampil secara virtual di mana saja. Keuntungan utama dari media non- tradisional adalah bahwa audiens yang sangat tepat dan mau tak mau harus mendengar karena sifat dari setting. Tantangan pada media non-tradisional adalahmenunjukkan jangkauannya dan efektivitasnya melalui riset independen yang dapat dipercaya.

Menyeleksi wahana spesifik
Dalam melakukan pilihan, perencana harus mengandalkan layanan pengukuran yang menyediakan perkiraan ukuran audiens, komposisi, dan biaya media. Ukuran audiens memiliki beberapa ukuran:

  • Sirkulasi. Jumlah unit fisik yang memuat iklan tersebut.
  • Audiens. Jumlah orang yang terpapar dengan sarana tersebut.
  • Audiens efektif. Jumlah orang yang mempunyai ciri-ciri audiens sasaran yang terpapar dengan sarana tersebut.
  • Audiens yang terpapar iklan secara efektif. Jumlah orang memenuhi ciri-ciri audiens sasaran yangbenar-benar melihat iklan tersebut.

Dalam meluncurkan produk baru, pengiklan harus memilih di antara kesinambungan, konsentrasi, kenaikan, dan keberdenyutan iklan;

  • Kesinambungan dicapai dengan menjadwalkan paparan secara merata sepanjang periode.
  • Konsentrasi memerlukan penggunaan semua dana iklan dalam satu periode.
  • Kenaikan berkala memerlukan iklan untuk suatu periode, diikuti masa kekosongan tanpa iklan, diikuti periode kedua kegiatan iklan.
  • Pola denyut (pulsing) adalah iklan yang berkesinambungan dnegan tingkat bobot rendah yang diperkuat secara berkala oleh kegiatan iklan yang lebih intensif dengan bobot yang lebih tinggi. contoh : iklan perusahaan semen merek X memiliki iklan awal yang berbunyi : "kira-kira, diantara mobil yang ada di jalanan indonesia, mobil manakah yang paling kuat untuk dibenturkan ke tembok ini?" lalu dilanjutkan dengan iklan selanjutnya yang lebih menjelaskan bahwa iklan tersebut adalah iklan semen X: "bagian depan mobil rusak parah, namun pengemudinya tetap selamat.. dan Temboknya masih tetap kuat!"

Mengevaluasi efektivitas iklan

Perencanaan dan pengendalian iklan yang baik bergantung pada pengukuran efektivitas iklan. Kebanyakan pengiklan mencoba mengukur efek komunikasi suatu iklan, maksudnya dampak potensial terhadap kesadaran, pengetahuan atau preferensi.

A. Riset dampak komunikasi.
Berupaya menentukan apakah suatu iklan berkomunikasi efektif. Ada tiga metode utama pra-pengujian iklan dengan cara menjawab pertanyaan-pertanyaan ini;

1. Apakah pesan utama yang anda dapatkan dari iklan ini?
2. Menurut anda, apa yang mereka inginkan anda ketahui, yakini atau lakukan.
3. Seberapa besar kemungkinan iklan ini akan mempengaruhi anda untuk melakukan tindakan yang disiratkan?
4. Apa saja yang berhasil dengan baik dan apa yang tidak berhasil dengan baik dalam iklan ini?
5. Bagaimana persaan anda tentang iklan ini?
6. Dimana tempat terbaik menjangkau anda dengan iklan ini?


B. Riset dampak penjualan

Dampak iklan pada penjualan umumnya lebih sulit diukur daripada dampak iklan pada komunikasinya. Pertanyaan umum yang diajukan untuk mengukur dampak penjualan adalah :

"apakah anda membeli produk ini karena melihat iklan?" atau
"darimana anda mengetahui produk ini?"

Promosi Penjualan
Promosi penjualan sebagai unsur utama dalam kampanye pemasaran adalah berbagai kumpulan alat insentif yang sebagian besar berjangka pendek, yang dirancang untuk merangsang pembelian produk atau jasa tertentu.


Tujuan
Promosi penjualan memungkinkan produsen menguji seberapa tinggi harga yang dpaat mereka kenakan, karena mereka selalu dapat melakukan diskon. Beberapa perusahaan menggunakan promosi untuk menarik pelanggan baru dan membangun kesadaran konsumen untuk membeli produk mereka.

Iklan VS Promosi?
Sekarang promosi lebih diterima oleh manajemen puncak sebagai alat penjualan yang efektif; lebih banyak manajer produk yang dikualifikasi untuk menggunakan alat promosi penjualan; dan para menajer produk berada dalam tekanan yang lebih besar untuk meningkatkan penjualan sekarang ini. Akan tetapi, ada bahaya dalam membiarkan iklan memberikan terlalu banyak keleluasaan pada promosi, karena iklan pada umumnya membangun kesetiaan merek. Promosi penjualan, dengan potogan harga, kupon, kesepakatan, hadiah tanpa henti-hentinya mungkin akan menurunkan nilai tawaran produk tersebut dalam benak pembeli.


Keputusan-keputusan utama

Dalam menggunakan promosi penjualan, perusahaan harus menetapkan tujuan-tujuannya, memilih alat, mengembangkan program, melakukan pra-pengujian program tersebut, mengimplementasikan dan mengendalikannya, dan mengevaluasi hasilnya.

a. Menetapkan tujuan. Tujuan promosi penjualan diperoleh dari tujuan promosi yang lebih luas, yang diperoleh dari tujuan pemasaran yang lebih mendasar yang dikembangkan untuk produk tersebut.

b. Memilih alat promosi konsumen, alat promosi perdagangan, alat promosi dan promosi tenaga penjualan. Perencana promosi seharusnya memperhitungkan jenis pasar, tujuan promosi penjualan, kondisi persaingan dan efektivitas biaya masing-masing alat. Produsen menggunakan sejumlah alat promosi perdagangan. Perusahaan menggunakan alat promosi bisnis untuk mengumpulkan petunjuk bisnis, membuat pelanggan terkesan dan memberi imbalankepada tenaga penjualan, dan memotivasi mereka untuk bekerja lebih keras.

c. Mengembangkan program. Pemasar dapat menggabungkan beberapa media ke dalam suatu konsep kampanye total.

d. Pra-pengujian, implementasi, pengendalian, dan evaluasi program. Walaupun sebagian besar program promosi penjualan dirancang berdasarkan pengalaman, seharusnya dilakukan pra-pengujian untuk menentukan apakah alat tersebut tepat, apakah besarnya insentif tersebut optimal, dan apakah metode penyajiannya efisien. Untuk mengevaluasi, produsen dapat menggunakan tiga metode (data penjualan, survei konsumen, dan eksperimen).

Acara Khusus dan Pengalaman (contoh : open house UNJ, dll)
Dengan menjadi bagian dari saat relevan yang spesial dan lebih personal dalam kehidupan konsumen, keterlibatan pada acara-acara khusus dapat memperluas dan memperdalam hubungan perusahaan dengan pasar sasaran.

Tujuan
Pemasar melaporkan sejumlah alasan mengapa mereka mensponsori acara-acara khusus.

1. Untuk mengidentifikasi sebuah pasar sasaran khusus atau gaya hidup.
2. Untuk meningkatkan kesadaran nama perusahaan atau produk.
3. Untuk menciptakan atau mengukuhkann persepsi konsumen tentang asosiasi citra merek.
4. Untuk meningkatkan dimensi citra perusahaan.
5. Untuk menciptakan pengalaman dna membangkitkan perasaan.
6. Untuk mengungkapkan komitmen pada komunitas atau pada isu sosial.
7. Untuk menghibur klien utama atau mengimbali karyawan kunci.
8. Untuk memungkinkan peluang perdagangan atau promosi.

Keputusan utama
Pengembangan acara khusus (events) yang berhasil disponsori mencakup pemilihan peristiwa khusus yang tepat; merancang program pensponsoran yang optimal untuk acara khusus; dan mengukur efek pensponsoran.
  • Memilih peluang untuk acara khusus
  • Merancang program pensponsoran

HUBUNGAN MASYARAKAT
Perusahaan tidak hanya harus berhubungan secara konstruktif dengan pelanggan, pemasok, dan penyalur melainkan juga harus berhubungan dengan sejumlah besar masyarakat yang berkepentingan. Humas meliputi berbagai program yang dirancang untuk mempromosikan atau melindungi citra perusahaan atau masing-masing produknya dengan cara melaksanakan lima fungsi berikut;

  1. Hubungan pers. Menyajikan berita dan informasi tentang organisasi tersebut dari sudut yang paling positif.
  2. Publikasi produk. Mensponsori upaya untuk memberitakann produk-produk tertentu.
  3. Komunikasi koorporat. Meningkatkan pemahaman tentang organisasi tersebut melalui komunikasi internal dan eksternal.
  4. Melobi. Berhadapan dengan lembaga pembuat undang-undang dan pejabat pemerintah guna mendukung atau menggagalkan peraturan dan perundang-undangan.
  5. Pemberian saran atau konseling. Memberikan nasihat kepada manajemen mengenai masalah-masalah publik dan posisi dan citra perusahaan pada masa-masa yang menyenangkan dan krisis.
Hubungan masyarakat pemasaran

Banyak perusahaan berpaling ke hubungan masyarakat pemasaran (MPR-marketing public relation) untuk langsung mendukung promosi dan pembentukan citra perusahaan atau produk. MPR memegang peranan penting dalam tugas-tugas berikut:

  • Membantu peluncuran produk-produk baru.
  • Membantu memposisikan kembali produk yang sudah matang.
  • Membangun minat terhadap kategori produk.
  • Mempengaruhi kelompok sasaran tertentu.
  • Membela produk yang telah menghadapi masalah publik.
  • Membangun citra korporat yang tercermin dengan baik dalam produk-produknya.
Keputusan-Keputusan Utama Dalam Humas Pemasaran
Keputusan utama yang harus dibuat mencakup;

1. Menetapkan tujuan pemasaran.
2. Memilih pesan dan sarana.
3. Melaksanakan rencana dan mengevaluasi hasilnya